MOSKOW – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan gestur diplomasi yang hangat dengan menyampaikan ucapan Hari Kosmonaut kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan resmi di Istana Kremlin.
Momen ini menjadi simbol eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Rusia di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mengusung politik luar negeri bebas aktif serta menjaga hubungan persahabatan lintas negara tanpa keberpihakan blok.
“Saya tahu bahwa kalau tidak salah, baru kemarin ya, 12 April, adalah Hari Kosmonautika bagi Rusia. Itu sangat besar pengaruhnya di dunia,” kata Prabowo.
Dalam pernyataannya, Prabowo juga menyinggung dampak budaya Rusia yang turut terasa hingga Indonesia, terutama melalui nama tokoh legendaris antariksa.
Ia menyebut bahwa nama kosmonaut pertama dunia menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia dalam memberi nama anak.
“Banyak orang Indonesia anaknya diberi nama Gagarin, diberi nama Yuri, banyak,” ujar Prabowo.
Hari Kosmonaut sendiri merupakan peringatan global yang merujuk pada keberhasilan penerbangan manusia pertama ke luar angkasa pada 12 April 1961 oleh Yuri Gagarin dari Rusia.
Peringatan ini setiap tahun dirayakan sebagai tonggak sejarah penting dalam eksplorasi luar angkasa dunia.
Selain itu, Prabowo juga menyampaikan ucapan Selamat Paskah kepada Putin dan masyarakat Rusia sebagai bentuk penghormatan antarumat beragama.
“Saya ucapkan selamat bahwa baru saja Yang Mulia dan seluruh bangsa Rusia memperingati hari penting, yaitu Hari Paskah.”
Ucapan tersebut disambut positif oleh Putin yang menilai pesan dari Indonesia memiliki makna khusus.
“Kami sangat senang mendengar ucapan selamat Hari Suci Paskah, terutama dari kepala negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia,” kata Putin.
Dalam kesempatan yang sama, Putin juga menegaskan komitmen Rusia terhadap toleransi dan keberagaman agama di negaranya.
“Kami bersama dengan saudara-saudara kami yang menganut agama-agama yang lain tetap merayakan semua hari raya agama,” ujar Putin.
Pertemuan ini mencerminkan diplomasi inklusif yang mengedepankan nilai persahabatan, budaya, dan toleransi lintas negara.***