NGANJUK – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan strategi kepemimpinan yang ia sebut sebagai “ilmu komandan” untuk menjaga soliditas sekaligus meningkatkan performa TNI dan Polri di tengah pelaksanaan program strategis nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang berlokasi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Dalam momentum tersebut, Presiden menyoroti pentingnya peran TNI dan Polri dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, termasuk program Swasembada Pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi fokus utama pembangunan nasional.
Prabowo secara khusus memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif kedua institusi tersebut dalam berbagai lini kerja lapangan yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Saya terima kasih kepada Panglima TNI juga turun membantu Polri. Saya terima kasih kepada polisi juga yang luar biasa mendukung proses ini. (Ikut menanam) jagung, (membangun) gudang-gudang, kemudian (mengoperasikan) dapur MBG,” ujar Prabowo.
Ia bahkan menilai performa Polri menunjukkan tren positif dalam profesionalisme dan integritas di tengah dinamika pelaksanaan program pemerintah.
“Mungkin yang terbaik itu polisi sekarang yang terbersih,” kata Prabowo disambut tepuk tangan.
Dalam penjelasannya, Prabowo memaparkan filosofi “ilmu komandan” sebagai pendekatan kepemimpinan yang menekankan keseimbangan antara persaingan sehat dan kekompakan internal.
“Memang ilmu pemimpin tuh kalau ada dua anak buah, kita harus bikin bersaing,” kata Prabowo.
Menurutnya, kompetisi yang terkelola dengan baik dapat mendorong peningkatan kualitas kerja tanpa merusak harmoni antar lembaga negara.
“Jadi kalau ada Panglima TNI saya puji-puji polisi, nanti kalau ada Kapolri saya puji-puji TNI,” ujar Prabowo disambut tawa hadirin.
Pendekatan tersebut, lanjut Prabowo, tidak hanya diterapkan pada TNI dan Polri, tetapi juga pada jajaran kabinet guna memastikan setiap elemen pemerintahan bekerja optimal demi kepentingan nasional.
Selain menyinggung kepemimpinan internal, Presiden juga kembali menegaskan komitmen Indonesia terhadap persatuan nasional dan prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah ketidakpastian global.
“Kalau kita mau maju, kita ambil kekuatan dari semua pihak itu, dahsyat Indonesia itu. Makanya saudara-saudara, banyak kawasan sedang perang. Indonesia bebas aktif. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita hormati semua,” kata Prabowo.***