JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengutus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Abdul Muhaimin Iskandar, sebagai perwakilan khusus Indonesia untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan.
Penunjukan ini menandai langkah diplomasi penting dalam hubungan Indonesia-Vatikan sekaligus menunjukkan kepercayaan besar Presiden Prabowo kepada Muhaimin dalam mewakili negara di forum keagamaan dan internasional yang bergengsi.
Pelantikan Paus Leo XIV, yang akan digelar pada Minggu, 18 Mei 2025, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, merupakan momentum penting dalam kehidupan umat Katolik dunia. Paus terpilih, Kardinal Robert Francis Prevost, menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025.
Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PKB, akan memimpin delegasi Indonesia yang terdiri atas beberapa pejabat tinggi, termasuk Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi. Delegasi dijadwalkan berangkat pada Sabtu dini hari, 17 Mei 2025.
Misi Khusus dari Presiden Prabowo
Dalam keterangan tertulis, Cak Imin menyatakan bahwa ia membawa pesan dan mandat khusus dari Presiden Prabowo.
“Ya, sesuai mandat dari Presiden Prabowo, saya diminta memimpin delegasi Indonesia untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan,” ungkapnya.
Selain menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya pemimpin baru Gereja Katolik, delegasi Indonesia juga membawa pesan penghormatan dan komitmen terhadap nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan yang dijunjung Vatikan. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi spiritual dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Takhta Suci.
Simbol Kepercayaan Politik
Penunjukan Muhaimin sebagai utusan resmi tidak hanya menunjukkan kepercayaan Prabowo terhadap koleganya di kabinet, tetapi juga mencerminkan arah politik luar negeri Indonesia yang inklusif dan terbuka terhadap dialog lintas agama. Ini merupakan langkah simbolik yang mempertegas posisi Indonesia sebagai negara demokratis dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang aktif menjalin hubungan antarumat beragama secara global.
Kelanjutan Tradisi Diplomasi Indonesia-Vatikan
Kehadiran delegasi Indonesia dalam pelantikan Paus Leo XIV melanjutkan tradisi hubungan baik antara Indonesia dan Vatikan. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga pernah mengutus perwakilan khusus dalam upacara pemakaman Paus Fransiskus. Hubungan ini semakin diperkuat setelah kunjungan Paus Fransiskus ke Jakarta pada September 2024 lalu.
Melalui akun media sosial resminya, @cakimiNOW, Muhaimin memohon doa restu dari masyarakat Indonesia. “Mohon doa restu, malam ini saya akan berangkat mewakili Bapak Presiden @prabowo menghadiri pelantikan pemimpin umat Katolik sedunia, Bapak Sri Paus Leo XIV di Vatikan,” tulisnya.