JAKARTA – Dahnil Anzar Simanjuntak kini resmi mengemban amanah baru sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Ia dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam reshuffle kabinet yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Kehadirannya akan mendampingi Mochammad Irfan Yusuf yang tetap dipercaya sebagai Menteri Haji dan Umrah.
Kedua tokoh ini sebelumnya telah memimpin Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) dan dinilai berhasil mendorong perbaikan sistem penyelenggaraan haji nasional.
Dalam kiprahnya, Dahnil menaruh perhatian besar pada pembenahan tata kelola haji, khususnya soal istitha’ah kesehatan yang menjadi syarat utama jamaah.
Pemerintah menargetkan pelaksanaan haji 2026 lebih berkualitas dengan menekan angka kematian jamaah.
Program manasik kesehatan pun dipersiapkan bersama Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi).
Selain itu, Presiden Prabowo memberi mandat khusus kepada Dahnil untuk memberantas praktik kartel yang kerap membayangi penyelenggaraan haji.
“Terdapat oknum yang mengisi antrean haji yang tersisa, dengan alasan mahram dari pasangannya yang telah masuk dalam antrean, padahal mereka belum menikah,” ungkap Dahnil.
Kiprah Politik dan Akademik
Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E., lahir pada 10 April 1982 di Desa Salahaji, Langkat, Sumatera Utara.
Masa kecilnya dihabiskan di Kuala Simpang sebelum merantau menempuh pendidikan tinggi.
Ia menyelesaikan sarjana Akuntansi Publik di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, lalu melanjutkan program magister di Universitas Indonesia dengan fokus Desentralisasi Keuangan.
Sambil menyelesaikan S2, ia aktif mengajar di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Setelah itu, Dahnil menjadi dosen PNS di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.
Pada 2018, ia melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Diponegoro, Semarang, sekaligus mengakhiri karier dosennya karena terjun penuh ke dunia politik.
Karier Organisasi dan Politik
Nama Dahnil mulai dikenal luas ketika terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2014–2018.
Dalam Muktamar XVI di Padang, ia unggul dengan 450 suara dan mengalahkan sejumlah kandidat lainnya.
Ia juga pernah memimpin Religion for Peace Asia and Pacific Youth Interfaith Network, sebuah jaringan pemuda lintas iman yang menekankan perdamaian antaragama.
Karier politiknya semakin menanjak setelah dipercaya menjadi Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019.
Usai itu, ia bergabung dengan Partai Gerindra dan diangkat sebagai juru bicara resmi Prabowo Subianto.
Saat Prabowo menjabat Menteri Pertahanan, Dahnil ikut masuk ke lingkaran Kementerian Pertahanan sebagai staf khusus bidang komunikasi publik dan hubungan antar-lembaga.
Kini, dengan posisi barunya sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil dipandang sebagai figur penting dalam transformasi penyelenggaraan haji Indonesia.
Fokus utamanya adalah pembenahan tata kelola, kesehatan jamaah, hingga pemberantasan mafia kuota haji agar ibadah suci umat Muslim asal Indonesia berjalan lebih lancar, aman, dan bermartabat.***