BEKASI – Di balik sorotan publik terhadap Ade Kuswara Kunang, Bupati Bekasi termuda sepanjang sejarah yang kini terjerat kasus korupsi, tersembunyi sosok yang tak kalah menarik untuk diungkap: H. Kunang, ayah kandung sang bupati. Dari latar belakang sebagai kepala desa hingga figur jawara dan pendiri organisasi besar, H. Kunang bukan hanya ayah, tetapi juga panutan, mentor, dan penentu jalan politik sang putra.
Akar Kekuatan: Lurah dan Jawara Cikarang
H. Kunang, yang akrab disapa Abah Kunang, adalah sosok yang sangat dikenal di wilayah Cikarang Selatan, Bekasi. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami selama tiga periode, dan menjadi tokoh yang disegani berkat kiprahnya dalam seni bela diri tradisional serta kepemimpinan yang tegas namun dermawan di tengah warga. Julukan “Jawara Bekasi” melekat erat pada dirinya, bukan tanpa alasan. Ia adalah figur yang dihormati, bukan hanya karena kekuasaan, tetapi juga karena integritas dan kepedulian sosialnya.
Abah Kunang dikenal sebagai pendiri organisasi masyarakat besar seperti Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan, yang berperan vital dalam memperkuat identitas dan solidaritas warga lokal. Kiprahnya dalam dunia ormas dan kepemimpinan desa menjadi fondasi kuat bagi reputasi keluarga Kunang di Bekasi.
Dari Sawah ke Istana: Jejak Kemakmuran dan Pendidikan
Aset yang dimiliki H. Kunang mencerminkan kerja keras dan keberhasilan hidupnya. Ia memiliki lahan seluas hampir dua hektare di Sukadami, yang awalnya merupakan area persawahan, kini telah berubah menjadi kompleks hunian untuk masa depan anak-anaknya. Rumah dua lantai dengan desain khas dan fasilitas lengkap menjadi bukti nyata dari keberhasilan Abah Kunang membangun kehidupan yang layak bagi keluarga.
Namun, di balik keberhasilan materi, Abah Kunang sering menekankan pentingnya nilai-nilai kehidupan. Dalam berbagai kesempatan, ia pernah mengatakan, “Saya memang tidak sekolah, tapi ingin tetap berguna bagi orang lain.” Pernyataan ini menjadi pegangan hidup bagi keluarga Kunang, termasuk Ade Kuswara, yang kemudian menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar Sarjana Hukum dari President University.
Ayah di Balik Politik: Mentor dan Penentu Jalan
Kehadiran H. Kunang sangat menentukan arah politik Ade Kuswara Kunang. Dari awal karier politik Ade sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi, hingga terpilih sebagai Bupati Bekasi pada 2025, Abah Kunang selalu menjadi panutan dan penasihat. Jaringan sosial dan politik yang dibangun oleh H. Kunang menjadi modal penting bagi Ade dalam meraih dukungan rakyat dan partai.
Ade Kuswara Kunang menjadi bupati termuda sepanjang sejarah Kabupaten Bekasi, dilantik pada usia 31 tahun 6 bulan. Prestasi ini tak lepas dari dukungan dan pengaruh H. Kunang yang telah membangun fondasi politik yang kuat di wilayah Cikarang. Namun, kini nama keluarga Kunang kembali menjadi sorotan, bukan lagi karena prestasi, melainkan karena kasus korupsi yang menyeret Ade Kuswara Kunang dan juga H. Kunang sendiri dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Badai Hukum dan Masa Depan Dinasti Kunang
Kini, publik Bekasi dan para pengikut setia ormas yang dipimpin H. Kunang menunggu dengan cemas: apakah sang “Jawara” mampu melewati badai hukum ini, atau justru terseret lebih dalam bersama dinasti politik yang tengah dibangun sang putra? Reputasi yang dibangun selama puluhan tahun kini sedang diuji secara hebat. Keberhasilan dan kemakmuran yang diraih oleh keluarga Kunang menjadi sorotan, tetapi juga menjadi beban yang berat di tengah kasus korupsi yang melilit mereka.
H. Kunang, dengan segala keberhasilan dan pengaruhnya, tetap menjadi sosok yang dikenal dermawan dan peduli terhadap warga. Namun, masa depan politik keluarga Kunang kini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Bekasi. Apakah mereka akan mampu bangkit dari keterpurukan, atau justru terpuruk lebih dalam dalam pusaran hukum dan politik?
Profil H. Kunang adalah cerminan dari perjalanan panjang seorang ayah yang berjuang membangun masa depan keluarga, namun juga menjadi pelajaran tentang pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam berpolitik. Di balik naik dan jatuhnya Ade Kuswara Kunang, H. Kunang tetap menjadi sosok sentral yang membentuk sejarah politik Bekasi, baik dalam cahaya prestasi maupun bayang-bayang hukum.