JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) resmi menunjuk Putrama Wahju Setyawan sebagai Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Keputusan ini menandai era baru bagi BNI, dengan harapan besar pada kepemimpinan Putrama yang memiliki rekam jejak panjang di industri keuangan.
Ia menggantikan Royke Tumilaar yang sebelumnya menjabat sejak 2020.
Sebelum diangkat menjadi Direktur Utama, Putrama menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak Maret 2024, menunjukkan kepercayaan besar dari pemegang saham dan manajemen terhadap kapabilitasnya dalam memimpin bank pelat merah ini.
Latar Belakang Akademik dan Awal Karier
Lahir pada tahun 1969, Putrama Wahju Setyawan memiliki latar belakang akademik yang unik.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana di bidang Kehutanan dan meraih gelar Magister Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satu universitas terbaik di Indonesia.
Perpaduan antara dua disiplin ilmu ini membentuk perspektifnya yang luas dalam menghadapi tantangan bisnis, baik dari sisi lingkungan maupun tata kelola keuangan.
Kariernya di dunia perbankan dimulai dari berbagai posisi strategis yang mengasah kemampuannya dalam manajemen risiko, pemulihan kredit, serta pengelolaan bisnis korporasi.
Pengalaman ini menjadi bekal berharga yang membawanya ke posisi puncak dalam jajaran direksi BNI.
Perjalanan Karier: Dari Remedial hingga Direktur Utama
Putrama Wahju Setyawan mengawali kiprahnya di BNI dengan menduduki berbagai posisi kunci.
Antara tahun 2011 hingga 2014, ia menjabat sebagai Kepala Divisi Corporate Remedial and Recovery, bertanggung jawab atas pemulihan kredit korporasi bermasalah.
Keberhasilannya dalam menangani kredit bermasalah mengantarkannya ke posisi Kepala Divisi Badan Usaha Milik Negara dan Pemerintah (2014-2015), di mana ia mengelola hubungan dengan institusi-institusi strategis nasional.
Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Kepala Divisi Commercial Remedial & Recovery pada 2015-2016 sebelum dipromosikan sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Middle Business pada 2016.
Jabatan ini mengharuskannya mengawasi segmen bisnis menengah yang menjadi salah satu pilar pertumbuhan BNI.
Pada tahun 2020, Putrama semakin dipercaya dalam jajaran direksi BNI dengan menjabat sebagai Direktur Bisnis Korporasi, sebelum kemudian merangkap sebagai Direktur Treasury dan Internasional pada tahun yang sama.
Kepercayaan besar ini menunjukkan kemampuannya dalam mengelola portofolio keuangan yang luas, termasuk investasi, perbendaharaan, serta transaksi perbankan global.
Tak hanya berkarya di BNI, Putrama juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) pada 2020-2022.
Di bawah kepemimpinannya, Jamkrindo berhasil memperkuat perannya sebagai lembaga penjaminan yang mendukung sektor UMKM.
Ia kemudian kembali ke BNI sebagai Direktur Retail Banking (2022-2024), memperluas pemahamannya dalam bisnis ritel dan layanan nasabah perorangan.
Strategi dan Tantangan ke Depan
Sebagai Direktur Utama BNI, Putrama kini menghadapi tantangan besar di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Ia diharapkan dapat membawa BNI menjadi bank yang lebih tangguh, inovatif, dan kompetitif.
Salah satu fokus utama kepemimpinannya adalah akselerasi transformasi digital yang telah menjadi kunci pertumbuhan industri perbankan di era modern.
Pada tahun 2024, BNI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 21,5 triliun, didorong oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 11,6% secara year-on-year.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi ekspansi kredit yang prudent, diversifikasi produk, serta peningkatan efisiensi operasional melalui digitalisasi layanan.
Putrama juga menargetkan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama BNI ke depan.
Dengan pengalaman di Jamkrindo, ia memahami betul pentingnya akses pembiayaan bagi UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional.
Selain itu, ia akan mendorong kolaborasi dengan berbagai institusi, baik di dalam maupun luar negeri, untuk memperkuat daya saing BNI di kancah global.
Dengan rekam jejak yang kuat dan strategi yang matang, Putrama Wahju Setyawan diyakini mampu membawa BNI menuju era baru yang lebih progresif dan berkelanjutan.
Kepemimpinannya akan diuji dalam berbagai tantangan, mulai dari ketatnya persaingan industri perbankan, perubahan regulasi, hingga pergeseran tren konsumen di era digital.***