SUKOHARJO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan ibu menyusui di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kehadiran program pemenuhan nutrisi tersebut membuat banyak ibu merasa terbantu karena asupan gizi harian menjadi lebih terjaga selama masa kehamilan maupun saat menyusui.
Di Posyandu Padukuhan Jarum, Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, Senin (16/3/2026), puluhan ibu hamil dan ibu yang menggendong balita tampak antre dengan tertib menunggu pembagian paket makanan dari program MBG.
Suasana posyandu terlihat hidup karena para ibu datang sejak pagi untuk memastikan mereka mendapatkan jatah menu bergizi yang dibagikan secara rutin melalui program tersebut.
Ketika paket makanan yang dikemas dalam ompreng bersama bingkisan tambahan tiba di lokasi, raut wajah para ibu tampak sumringah karena bantuan pangan itu dinilai sangat membantu kebutuhan nutrisi keluarga mereka.
Setiap penerima kemudian mengambil paket makanan yang telah disiapkan sebelum membawanya pulang untuk disantap bersama keluarga di rumah.
Program MBG di wilayah ini disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grajegan yang bertugas menyiapkan serta mendistribusikan makanan bergizi kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Program tersebut dirancang untuk memastikan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup demi menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Salah satu penerima manfaat, Setiana Nur Utami, yang tengah hamil anak ketiga dengan usia kandungan 31 minggu, mengaku merasakan dampak positif dari konsumsi menu MBG secara rutin.
Ia menilai menu makanan yang diberikan sudah sesuai kebutuhan gizi ibu hamil sehingga membantu meningkatkan kondisi kesehatan selama masa kehamilan.
“Selama mendapatkan MBG dari SPPG Grajegan ini alhamdulillah menunya bagus dan sesuai ketentuan.”
“Manfaatnya juga terasa, berat badan saya naik dan bayinya juga. Kemarin hasil USG juga bagus, berat badan bayi sesuai usia kehamilan,” kata Setiana, dikutip Senin (16/3).
Setiana juga menyampaikan bahwa variasi menu yang diberikan cukup menarik sehingga tidak membuat penerima manfaat merasa bosan saat mengonsumsinya.
Ia berharap dapur penyedia MBG dapat terus menjaga kualitas pelayanan dan konsistensi dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih Pak Presiden sudah memberikan MBG untuk balita, anak usia dini, dan anak sekolah.”
“Semoga ke depannya semua SPPG bisa terus amanah dan programnya berjalan lancar,” ujarnya.
Manfaat serupa juga dirasakan Yunita Purnamasari yang sedang menjalani masa kehamilan 27 minggu.
Ia mengungkapkan bahwa program MBG membantu meningkatkan kualitas asupan nutrisi selama masa kehamilan.
Dengan tambahan makanan bergizi tersebut, Yunita merasa kebutuhan gizi harian menjadi lebih terpenuhi.
Ia juga berharap program tersebut dapat terus berjalan agar masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses nutrisi yang layak.
“Manfaat MBG bisa menambah gizi ibu hamil supaya kebutuhan nutrisi terpenuhi. Alhamdulillah sampai sekarang bisa diterima dengan senang hati,” kata Yunita.
Program MBG juga memberikan dampak positif bagi ibu menyusui yang membutuhkan asupan nutrisi cukup untuk menjaga kualitas produksi ASI.
Siti Maisyaroh, ibu yang sedang menyusui anak keduanya yang berusia 13 bulan, mengaku bantuan makanan tersebut sangat membantu kebutuhan gizi sehari-hari.
Ia menilai kehadiran buah dalam paket MBG cukup meringankan pengeluaran rumah tangga karena tidak perlu lagi membeli buah setiap hari.
“Lumayan membantu ibu menyusui. Jadi tidak perlu lagi membeli buah setiap hari,” kata Siti.
Siti berharap ke depan menu MBG dapat semakin bervariasi sehingga manfaatnya terasa lebih optimal bagi para penerima.
Meski begitu, ia tetap bersyukur selama masih bisa menikmati manfaat program tersebut bagi dirinya dan keluarga.
“Kalau programnya masih berlanjut, berarti masih rezeki saya. Terima kasih Pak Prabowo atas MBG-nya, sangat membantu pemenuhan nutrisi ibu menyusui,” ujarnya.
Cerita para ibu di Sukoharjo ini memperlihatkan bagaimana Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada anak-anak usia sekolah tetapi juga memberikan dampak langsung bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Melalui distribusi makanan bergizi secara rutin, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesehatan ibu, mendukung tumbuh kembang anak, serta memperkuat kualitas gizi masyarakat secara lebih luas.***