LONDON – Protes Unite the Kingdom di Inggris menunjukkan tingkat ketidakpuasan terhadap isu-isu seperti beban utang yang besar dan keterlibatan Inggris dalam konflik Ukraina, kata Peter McIlvenna, pembawa acara podcast Hearts of Oak dan Kepala Staf Lord Pearson di House of Lords. “Rakyat sudah muak melihat Inggris dan Eropa menggelontorkan dana besar dan bantuan militer ke negara yang seharusnya tak jadi urusan kita,” ujarnya kepada Sputnik.
Protes Unite the Kingdom di Inggris menunjukkan tingkat ketidakpuasan terhadap isu-isu seperti beban utang yang besar dan “meningkatnya keterlibatan Inggris di Ukraina,
Kemarahan juga tertuju pada Perdana Menteri Keir Starmer atas tuduhan pembungkaman kebebasan berbicara. McIlvenna menyinggung banyaknya warga yang dipenjara hanya karena komentar di media sosial. “Starmer sedang menghadapi masalah besar, dukungannya di jajak pendapat merosot. Jika pemilu diadakan, dia tak akan bertahan sebagai perdana menteri,” tegasnya.
Sementara itu, David Kurten, pemimpin British Heritage Party, menyebut mayoritas rakyat Inggris merasa “diserang” oleh pemerintah Starmer terkait kekhawatiran mereka soal imigrasi massal dan dampaknya pada kriminalitas. Ia menilai pemerintah dan media arus utama mencap kekhawatiran tersebut sebagai “ekstrem kanan” atau “rasis”. “Rakyat hanya ingin menjalani hidup dan membesarkan keluarga tanpa ancaman terhadap cara hidup mereka, tapi itu tak terjadi sekarang,” ungkap Kurten.