SINGAPURA – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali berpartisipasi dalam pameran bergengsi Singapore Airshow 2026 yang akan diselenggarakan pada 3–8 Februari 2026 di Changi Exhibition Centre, Singapura. Berlokasi di Booth A-L31, PTDI menampilkan beragam produk unggulan dengan konfigurasi misi khusus (special mission), di antaranya pesawat CN235-220 Anti-Submarine Warfare (ASW), N219 Maritime Surveillance Aircraft (MSA), serta produk engineering services berupa Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) MALE Elang Hitam dan roket FFAR 70 mm.
Partisipasi PTDI pada pameran ini turut diperkuat dengan kehadiran dua anak perusahaan, yakni PT Nusantara Turbin & Propulsi (PT NTP) yang menampilkan kapabilitas Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) mesin pesawat serta layanan engineering pendukung industri kedirgantaraan, dan IPTN North America, Inc. (INA, Inc.) yang berperan dalam mendukung kegiatan pemasaran serta penguatan jejaring PTDI di pasar Amerika. Kehadiran PTDI juga dilengkapi dukungan dari ekosistem industri nasional yang berkontribusi dalam pengembangan produk pesawat PTDI agar selaras dengan kebutuhan pelanggan.
Melalui keikutsertaan pada Singapore Airshow 2026, PTDI menargetkan perolehan kontrak penjualan pesawat serta pengembangan kerja sama strategis guna memperkuat portofolio bisnis dan memastikan keberlanjutan program pesawat PTDI, baik di pasar domestik maupun global.
Kapabilitas PTDI dalam Mengembangkan Platform ASW Terintegrasi
PTDI menampilkan pesawat CN235-220M ASW sebagai platform patroli maritim modern yang dirancang untuk memperkuat Maritime Domain Awareness (MDA) dan kapabilitas pertahanan laut. Pesawat ini dibekali Mission Integration and Management System (MIMS) Airborne dari Scytalys—perusahaan pengembangan perangkat lunak dan integrasi sistem terkemuka berbasis di Yunani—yang mengintegrasikan dan mengelola berbagai sensor secara terpadu guna mendukung operasi pengawasan, deteksi, identifikasi, dan klasifikasi target di wilayah perairan.
Pesawat CN235-220M ASW hasil kolaborasi PTDI dan Scytalys dilengkapi sistem sensor dan subsistem canggih, termasuk radar pengawasan maritim serta sistem pertahanan diri berupa chaff dan flare. Seluruh data sensor diolah untuk menghasilkan Common Tactical Picture (CTP) yang ditampilkan kepada kru misi dan pilot guna meningkatkan kesadaran situasional serta mendukung fungsi komando dan kendali.
Sebagai platform pesawat special mission yang serbaguna, seri CN235 telah dioperasikan secara luas oleh sejumlah pelanggan internasional, antara lain Turkish Navy dan Turkish Coast Guard di Türkiye, Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), Korea Coast Guard, serta beberapa operator lainnya di kawasan Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Sejalan dengan rekam jejak operasional tersebut, saat ini PTDI juga terus aktif menjajaki peluang dengan sejumlah calon pelanggan di kawasan Asia Pasifik.
N219 MSA: Solusi Pengawasan Maritim yang Fleksibel
Pada Singapore Airshow kali ini, PTDI juga menampilkan pesawat N219 dengan konfigurasi Maritime Surveillance Aircraft (MSA) sebagai solusi pengawasan maritim yang adaptif terhadap beragam kebutuhan operasional dan karakteristik wilayah perairan. Dalam konfigurasi tersebut, N219 MSA dirancang untuk meningkatkan kapabilitas pengumpulan data dan pemantauan aktivitas maritim melalui pemanfaatan berbagai sensor dan sistem misi, antara lain maritime surveillance radar ultra-light dengan jangkauan hingga 160 nautical miles, kemampuan Track While Scan (TWS) dengan kapasitas pemantauan lebih dari 200 target, serta Electro Optical/Infrared (EO/IR), Automatic Identification System (AIS), kamera genggam, dan tactical datalink. Seluruh sistem tersebut terintegrasi melalui mission consoles dan mission computer.
Dari sisi performa, N219 MSA dirancang memiliki radius of action hingga 200 nautical miles, endurance di area operasi lebih dari dua jam, serta total waktu misi lebih dari 5,5 jam, sehingga mampu mendukung patroli dan pengawasan wilayah perairan, termasuk misi Search and Rescue (SAR). Pengembangan konfigurasi N219 MSA ini juga dilaksanakan melalui kolaborasi PTDI dengan Scytalys yang berperan sebagai mitra dalam pengembangan dan integrasi Mission Integration and Management System (MIMS) Airborne pada pesawat N219 MSA.
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperluas peran dan kontribusi di ekosistem industri kedirgantaraan dan pertahanan global, partisipasi PTDI dalam Singapore Airshow 2026 menjadi momentum strategis untuk menunjukkan kapabilitas perusahaan dalam mengembangkan dan mengintegrasikan platform kedirgantaraan berteknologi tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Melalui penampilan kapabilitas ASW dan MSA terintegrasi pada beberapa platform unggulan, serta berbagai layanan engineering dan solusi pertahanan lainnya, PTDI menegaskan perannya sebagai mitra strategis yang andal bagi pemangku kepentingan nasional maupun internasional dalam mendukung penguatan pertahanan, keamanan maritim, dan stabilitas kawasan.