JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian atas kinerja kabinetnya dalam mendorong program hilirisasi industri. Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya kecepatan dan ketegasan dalam menjalankan agenda strategis ini.
“Yang tidak bisa cepat, tinggal saja,” tegas Prabowo, menunjukkan sikap tegas terhadap kinerja yang lamban.
Dalam acara rapat kerja nasional di Jakarta, Jumat (27/6/2025), Prabowo menyampaikan apresiasinya terhadap upaya kabinet dalam mempercepat hilirisasi, khususnya di sektor sumber daya alam. Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja.
“Saya lihat kerja kabinet sudah bagus, terutama soal hilirisasi. Tapi, yang tidak bisa cepat, tinggal saja,” ujarnya, sebagaimana dikutip langsung dari pernyataan resminya.
Hilirisasi: Fondasi Ekonomi yang Kuat
Hilirisasi telah menjadi salah satu pilar utama dalam visi ekonomi pemerintahan Prabowo. Program ini bertujuan untuk mengolah bahan mentah menjadi produk jadi di dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pengekspor bahan mentah, tetapi juga pemain utama di pasar global. Prabowo menekankan bahwa kecepatan eksekusi adalah faktor krusial untuk memenangkan persaingan ekonomi.
“Kecepatan itu penting. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan ritme lambat di era global ini. Hilirisasi harus berjalan maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski menuai pujian, Prabowo juga mengingatkan bahwa masih ada sejumlah tantangan dalam implementasi hilirisasi, seperti koordinasi antarlembaga dan kesiapan infrastruktur. Ia meminta seluruh jajaran kabinet untuk terus bersinergi demi mencapai target yang telah ditetapkan. “Saya ingin semua bergerak cepat, terkoordinasi, dan efektif,” katanya.
Pernyataan tegas Prabowo ini disambut positif oleh sejumlah pengamat ekonomi. Dr. Andi Wijaya, ekonom dari Universitas Indonesia, menyebutkan bahwa sikap presiden menunjukkan komitmen kuat terhadap transformasi ekonomi. “Hilirisasi adalah langkah strategis. Dengan dukungan penuh dari presiden, ini bisa menjadi game changer bagi perekonomian Indonesia,” ujar Andi.
Langkah Konkret Pemerintah
Pemerintah telah mencatat sejumlah kemajuan dalam hilirisasi, terutama di sektor pertambangan seperti nikel dan tembaga. Investasi di smelter dan fasilitas pengolahan terus meningkat, menciptakan ribuan lapangan kerja baru. Namun, Prabowo menegaskan bahwa capaian ini harus dipercepat untuk memenuhi target jangka panjang.
Dengan nada optimistis, Prabowo menutup pernyataannya dengan pesan kepada seluruh jajaran kabinet. “Kita punya visi besar untuk Indonesia. Yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan kecepatan, tinggal saja,” tegasnya, menegaskan urgensi efisiensi dan dedikasi dalam menjalankan tugas.
Sumber Daya Manusia Jadi Kunci
Selain infrastruktur, Prabowo juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung hilirisasi. Ia mendorong pelatihan dan pendidikan vokasi agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di industri global.
Pernyataan ini menjadi sorotan publik dan memicu diskusi di berbagai platform media sosial. Banyak yang mendukung sikap tegas Prabowo, meski sebagian pihak meminta pemerintah untuk lebih transparan dalam menjelaskan capaian dan tantangan program hilirisasi.
Ke Depan: Momentum Transformasi Ekonomi
Pujian sekaligus peringatan keras dari Prabowo ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat industri global. Dengan fokus pada hilirisasi, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan memperkuat posisi Indonesia di pasar dunia.
Sikap tegas Prabowo diharapkan menjadi pendorong semangat bagi kabinet untuk bekerja lebih cepat dan efisien. Seperti yang ia katakan, “Yang tidak bisa cepat, tinggal saja.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa hanya mereka yang mampu beradaptasi dengan dinamika zaman yang akan membawa Indonesia menuju kemajuan.