JAKARTA – Putra pemimpin Hamas, Khalil al-Hayan, Azzam al-Hayya meninggal dunia pada Kamis (7/5/2026) akibat luka-luka yang diderita dalam serangan Israel di Jalur Gaza.
Azzam al-Hayya, yang sebelumnya dilaporkan terluka parah dalam serangan lingkungan Daraj, Kota Gaza, menjadi putra keempat al-Hayya yang tewas akibat serangan Israel. Rekaman dari Gaza menunjukkan jenazah Azzam dibawa keluar dari Rumah Sakit Al-Shifa sebelum dimakamkan.
Dalam pernyataannya yang dilansir en.yenisafak.com, al-Hayya menuduh Israel berupaya mencapai tujuan melalui “tekanan, pembunuhan, dan terorisme.” Serangan ini menambah daftar panjang upaya Israel yang menargetkan keluarganya sejak 2008.
Secara terpisah, militer Israel mengonfirmasi telah menewaskan Ahmed Balout, komandan Pasukan Radwan Hizbullah, dalam serangan di pinggiran selatan Beirut pada Rabu. Israel juga menyebut serangan itu sebagai bagian dari operasi terhadap kepemimpinan Hizbullah, meski belum ada komentar resmi dari pihak Hizbullah.
Serangan-serangan tersebut terjadi di tengah rapuhnya kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan Lebanon. Sejak gencatan senjata Oktober 2025, Israel disebut telah melakukan pelanggaran harian di Gaza yang menewaskan lebih dari 830 warga Palestina. Di Lebanon, serangan lintas perbatasan terus berlanjut meski gencatan senjata diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei.