JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyebut keberhasilan ini sebagai bukti transformasi Indonesia dari pengguna menjadi produsen teknologi digital yang diperhitungkan di dunia. Indonesia berhasil menembus pasar Asia melalui sistem pembayaran digital QRIS
QRIS: Dari Lokal ke Panggung Asia
Dalam pernyataannya melalui video di kanal YouTube pribadinya, Gibran memaparkan keberhasilan QRIS menembus pasar internasional.
“QRIS bukan hanya jago kandang, tapi sudah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan sebentar lagi di Jepang dan Korea Selatan,” ujar Gibran, seperti dikutip pada Minggu (18/5/2025).
Sistem pembayaran digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) ini kini menjadi tulang punggung ekosistem keuangan nasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor teknologi di kawasan.
Hingga Maret 2025, Bank Indonesia mencatat lebih dari 56 juta pengguna QRIS dengan 38 juta merchant, di mana 93% di antaranya adalah pelaku UMKM. Volume transaksi melonjak 173% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai lebih dari 1 miliar transaksi dengan nilai Rp104 triliun, naik 149% dari periode sebelumnya. Angka ini menunjukkan adopsi QRIS yang masif, tidak hanya di kota besar, tetapi juga hingga ke pedagang kaki lima dan tempat ibadah.
Generasi Z: Penggerak Revolusi Digital
Gibran juga memberikan apresiasi khusus kepada Generasi Z yang menjadi motor utama dalam mempercepat adopsi QRIS.
“Siapa Gen Z di sini yang sering pakai QRIS? Terima kasih karena kecepatan dan kemampuan kalian dalam mengadopsi teknologi baru memberi manfaat terhadap pengembangan produk teknologi dalam negeri kita,” katanya.
Dengan kemudahan yang ditawarkan, QRIS kini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belanja di mal, membeli jajanan pinggir jalan, hingga donasi di masjid, menjadikannya solusi pembayaran serba bisa.
Sebelum kehadiran QRIS pada 2019, transaksi pembayaran di Indonesia sering kali rumit, baik secara daring maupun luring. Biaya tambahan antar bank dan proses yang berbelit menjadi kendala.
Kini, QRIS menghadirkan efisiensi dengan satu kode QR untuk semua jenis pembayaran, mengubah cara masyarakat bertransaksi sehari-hari.
Kedaulatan Ekonomi Melalui Teknologi
Keberhasilan QRIS tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia. Mengutip Presiden Prabowo Subianto, Gibran menegaskan, “Seperti yang telah ditegaskan oleh Bapak Presiden Prabowo, bahwa industri keuangan merupakan garda terdepan dan benteng dalam menjaga kedaulatan sebuah bangsa, dan QRIS merupakan bagian dari ekosistem industri keuangan kita.” Dengan QRIS, Indonesia menunjukkan kemampuan untuk menciptakan solusi teknologi yang inklusif, mendukung UMKM, dan mengurangi ketergantungan pada sistem pembayaran asing.
Namun, kesuksesan ini tidak luput dari perhatian dunia. Dalam video berjudul “Scan QRIS-nya: Ini Tentang Kedaulatan Ekonomi Bangsa,” Gibran mengungkapkan bahwa lonjakan pengguna QRIS telah membuat “gerah” pihak-pihak tertentu, meskipun ia tidak menyebut secara spesifik.
“Sehingga, tidak heran jika penggunaannya meledak luar biasa dan sedikit membuat gerah pihak lain,” ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa QRIS tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga simbol daya saing Indonesia di panggung global.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski telah mencatatkan prestasi, Indonesia tetap perlu meningkatkan keamanan siber untuk menjaga kepercayaan pengguna QRIS, sebagaimana diungkapkan oleh sejumlah pengguna di platform X. Selain itu, kerja sama lintas negara yang terus diperluas, seperti rencana implementasi QRIS di Jepang, Korea Selatan, India, dan Uni Emirat Arab, membuka peluang baru untuk memperkuat konektivitas ekonomi regional.
Dengan QRIS, Indonesia tidak hanya mengukir prestasi di bidang teknologi, tetapi juga membuktikan bahwa inovasi lokal mampu bersaing di kancah internasional. Keberhasilan ini menjadi langkah awal menuju visi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital global, sekaligus memperkokoh fondasi kedaulatan ekonomi nasional.