Gurita bisnis milik “Sultan Andara” Raffi Ahmad, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), bersiap mengambil langkah megah di panggung pasar modal. RANS secara resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dijadwalkan meluncur pada 10 Juli 2026.
Berdasarkan prospektus singkat perseroan, RANS bakal melepas sebanyak 2,25 miliar lembar saham atau setara dengan 20,02% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Memasang harga penawaran di kisaran Rp135 hingga Rp170 per saham, RANS berpotensi meraup dana segar fantastis hingga Rp429,25 miliar.
Alokasi Dana IPO: Dari Bayar Utang hingga Gurita Bisnis Baru
Manajemen RANS telah merancang strategi matang untuk memutarkan dana hasil IPO tersebut ke dalam 6 sektor penting demi mendongkrak valuasi perusahaan:
-
Pembangunan ‘Cipungland’ (18,64%): Dana sebesar ini akan dialokasikan sebagai belanja modal (capital expenditure) untuk membangun wahana bermain dan belajar edukatif baru yang mengusung nama anak kedua Raffi Ahmad, Cipungland.
-
Konser Skala Besar (37,61%): Porsi terbesar dari dana IPO akan digunakan sebagai modal operasional untuk menggebrak panggung hiburan tanah air lewat penyelenggaraan konser-konser megah yang mendatangkan musisi lokal hingga internasional.
-
Ekspansi Teknologi Berbasis AI (8,15%): RANS bergerak visioner dengan membentuk entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi untuk mengembangkan ekosistem bisnis digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
-
Akuisisi Saham Kosmetik (19,80%): RANS akan memperkuat cengkeraman bisnis kecantikannya dengan mencaplok kepemilikan saham di PT Rans Kosmetika Indonesia.
-
Pelunasan Utang Bank (6,98%): Guna menyehatkan struktur finansial, RANS akan melakukan pembayaran lebih awal (early repayment) untuk seluruh pokok utang perbankan mereka di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).
-
Suntikan Modal Anak Usaha (Sisa Dana): Sisa dana segar dari lantai bursa bakal disetor sebagai modal saham kepada anak usaha mereka, RNS, demi memperluas jaringan bisnis utama grup.
Langkah IPO ini menjadi bukti nyata transformasi RANS, dari sekadar pembuat konten digital di media sosial menjadi sebuah korporasi raksasa hiburan dan teknologi yang terintegrasi di Indonesia.