Pemerintah resmi mengumumkan paket kebijakan Stimulus Ekonomi Semester II-2026 guna menjaga daya beli masyarakat dan memutar roda perekonomian nasional. Tidak tanggung-tanggung, total anggaran jumbo senilai Rp26,34 triliun telah disiapkan yang disalurkan melalui 8 program insentif strategis.
Secara garis besar, dana fantastis ini dialokasikan untuk pembebasan pajak dan sektor transportasi sebesar Rp2,04 triliun, keberlanjutan program magang nasional senilai Rp6,26 triliun, serta porsi terbesar untuk program bantuan pangan masyarakat sebesar Rp18,04 triliun.
A. Sektor Stimulus & Insentif Pajak-Transportasi (Rp2,04 Triliun)
1. Angin Segar untuk Penulis Nasional Pemerintah memberikan apresiasi bagi dunia literasi dengan menetapkan tarif khusus PPh Final Royalti sebesar 1,5% saja bagi penulis nasional.
2. Insentif Musim Libur Sekolah 2026
-
Kereta Api: Potongan harga tiket sebesar 30% (berlaku 20 Juni–5 Juli).
-
Kapal Pelni: Potongan 30% dari tarif dasar (berlaku 20 Juni–15 Agustus).
-
Pelabuhan ASDP: Gratis tarif jasa kepelabuhanan (berlaku 20 Juni–5 Juli). (Total anggaran moda di atas mencapai Rp190,5 miliar dengan target 3 juta penumpang).
-
Tiket Pesawat: Subsidi penuh PPN DTP 100% untuk penerbangan domestik berjadwal kelas ekonomi (anggaran Rp472,7 jam kerja/miliar untuk 2,3 juta penumpang).
3. Insentif Mudik & Libur Nataru 2026/2027
-
Kereta Api: Potongan harga tiket 30% (berlaku 22 Desember 2026–4 Januari 2027).
-
Kapal Pelni: Potongan 30% dari tarif dasar (berlaku 17 Desember 2026–10 Januari 2027).
-
Pelabuhan ASDP: Gratis tarif jasa kepelabuhanan (berlaku 22 Desember 2026–10 Januari 2027). (Total anggaran moda di atas mencapai Rp161,4 miiliar dengan target 2,8 juta penumpang).
-
Tiket Pesawat: Subsidi penuh PPN DTP 100% kembali diberikan untuk penerbangan domestik berjadwal kelas ekonomi (anggaran Rp722 miliar untuk 3,7 juta penumpang).
4. Insentif Impor Industri & Penerbangan
-
LPG Petrokimia: Bea masuk 0% atas impor LPG khusus industri petrokimia. Estimasi nilai manfaat mencapai Rp2,25 triliun, dengan proyeksi kehilangan penerimaan negara sekitar Rp360 miliar per tahun.
-
Bahan Baku & Penerbangan: Bea masuk 0% untuk bahan baku plastik serta penurunan tarif bea masuk impor suku cadang pesawat terbang dengan total pagu anggaran Rp500 miliar.
B. Sektor Magang & Vokasi (Rp6,26 Triliun)
5. Keberlanjutan Program Magang Nasional Program ini akan digulirkan kembali mulai Juli 2026 dengan alokasi dana segar sebesar Rp4,14 triliun yang ditargetkan menyerap sebanyak 150.000 peserta magang.
6. Pelatihan Vokasi Kerja Anggaran sebesar Rp2,12 triliun dikucurkan khusus untuk mendongkrak kompetensi tenaga kerja lokal. Fokus prioritas pelatihan akan diarahkan secara khusus kepada 220.000 lulusan SMK serta 50.000 pekerja yang terdampak badai PHK.
C. Sektor Bantuan Pangan (Rp18,04 Triliun)
7. Bantuan Beras 10 Kg Jaring pengaman sosial berupa pembagian beras 10 kg siap dikucurkan kembali selama 3 bulan berturut-turut mulai Juli 2026. Program masif ini menyasar 33,24 juta keluarga penerima dengan perkiraan anggaran menembus Rp17,54 triliun (belum termasuk biaya operasional).
8. Subsidi Kedelai SPHP bagi Pengrajin Tahu-Tempe Untuk menjaga kestabilan harga lauk favorit masyarakat, pemerintah memberikan bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) kedelai hingga Rp2.000/kg. Bantuan tahap pertama beranggaran Rp500 miliar ini dialokasikan dengan kuota total 250 ribu ton, khusus untuk wilayah-wilayah yang harga pasar kedelainya sudah melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP).