JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan tren positif pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8/2026).
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG bergerak menguat ke level 6.379,92 atau naik 28,78 poin setara 0,45 persen dibanding penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Hingga menjelang akhir sesi pertama, indeks tetap bertahan di zona hijau sehingga memperkuat optimisme pelaku pasar terhadap kelanjutan tren kenaikan.
Pada perdagangan Rabu (5/8/2026), IHSG berhasil ditutup di level 6.351 setelah menguat 0,50 persen dibanding sesi sebelumnya.
“Hari ini IHSG berpeluang melanjutkan penguatan, untuk menguji level 6.370-6.400,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut analis, sentimen positif dipicu oleh publikasi berbagai indikator ekonomi yang dirilis sehari sebelumnya dan mendapat respons baik dari pelaku pasar.
“Beberapa data indikator ekonomi domestik yang membaik, dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sementara, itu investor optimis akan kinerja emiten, menjadi beberapa faktor yang mendorong penguatan indeks,” ujar Tim Phintraco.
Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 melambat menjadi 5,29 persen secara tahunan, realisasi tersebut tetap melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,1 persen.
Phintraco menilai capaian itu menjadi laju pertumbuhan tahunan terendah sejak kuartal III 2025 akibat perlambatan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.
Di sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026 dari sebelumnya 4,68 persen pada Februari 2026.
“Penurunan tersebut membuat tingkat pengangguran di Indonesia pada level terendah sejak tahun 1994,” ucap Tim Phintraco.
Data kemiskinan nasional juga menunjukkan perbaikan dengan penurunan menjadi 8,07 persen pada Maret 2026 dari 8,25 persen pada September 2025.
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin kini tercatat 22,93 juta orang atau berkurang sekitar 430 ribu orang dibanding enam bulan sebelumnya.
Sentimen positif juga datang dari keputusan pemerintah yang menunda penerapan pemungutan pajak melalui marketplace yang semula dijadwalkan berlaku Agustus 2026.
Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih membukukan aksi jual bersih senilai Rp187,59 miliar pada perdagangan Rabu.
Saham yang paling banyak dilepas investor asing meliputi TPIA, TLKM, BBRI, ASII, serta CPIN.***


