JATENG – Ratusan santri Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Tragung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat kembali berjalan agar mereka tetap memperoleh manfaat dari program pemenuhan gizi tersebut.
Harapan itu disampaikan setelah layanan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganom dihentikan sementara. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang kini mengupayakan solusi agar penyaluran makanan bagi sekitar 900 santri dapat kembali terlaksana melalui SPPG terdekat.
Pimpinan Ponpes Darul Ulum, Zainul Iroqi, mengatakan program MBG mendapat sambutan positif dari para santri. Kehadiran program tersebut menjadi salah satu hal yang dinantikan oleh anak-anak di lingkungan pesantren.
“Penghentian MBG tersebut menjadi perhatian serius pengasuh mengingat antusiasme tinggi dari para santri,” kata Zainul di Batang, Senin (26/10/2026).
Menurut Zainul, para santri menyambut baik makanan yang disediakan melalui program MBG. Karena itu, pihak pesantren berharap penyaluran program tersebut dapat segera dilanjutkan sehingga manfaatnya bisa kembali dirasakan.
“Makanan dari Program MBG telah menjadi sajian favorit yang selalu disambut antusias oleh anak-anak asuh,” ujarnya.
Zainul, yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang, berharap koordinasi pemerintah daerah dapat menghasilkan solusi agar kebutuhan makanan bergizi bagi para santri tetap terlayani.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan Pemkab Batang tengah mengkaji kemungkinan pengalihan layanan ke SPPG lain yang lokasinya dekat dengan Ponpes Darul Ulum.
Langkah ini disiapkan agar distribusi MBG dapat kembali menjangkau para santri. Saat ini, SPPG Karanganom sedang menjalani penghentian sementara atau suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan MBG Kabupaten Batang, Suyono mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pengelola program untuk mencari alternatif penyaluran yang memungkinkan.
Ia menegaskan, upaya tersebut dilakukan agar pelayanan bagi para penerima manfaat dapat kembali berjalan dengan baik, sekaligus tetap memperhatikan ketentuan dan standar keamanan pangan.
“Kami berjanji segera mengambil langkah cepat agar pasokan gizi untuk sekitar 900 santri di Ponpes Darul Ulum bisa kembali mengalir. Anak-anak pondok ini berharap dan merasa terbantu dengan asupan gizi yang diterima,” kata Suyono.
Pemkab Batang berharap koordinasi dengan pengelola program dapat segera menghasilkan skema penyaluran yang sesuai. Dengan demikian, para santri Darul Ulum berpeluang kembali menikmati manfaat program MBG setelah layanan pengganti disiapkan.
Hingga Senin (26/10/2026), proses pengalihan layanan masih dalam tahap koordinasi. Para santri dan pengasuh pesantren berharap upaya tersebut dapat segera terealisasi agar program MBG kembali berjalan di lingkungan Ponpes Darul Ulum.