JAKARTA – Pekan terakhir menjadi periode yang sangat berat bagi Real Madrid setelah rangkaian hasil buruk dan keputusan besar mengguncang stabilitas tim di berbagai kompetisi.
Kekalahan 2-3 dari Barcelona pada final Supercopa de España di Jeddah, Minggu lalu, menjadi awal dari krisis yang berujung pada pencopotan Xabi Alonso dari kursi pelatih keesokan harinya.
Situasi kian memburuk ketika Los Blancos tersingkir dari Copa del Rey usai kalah dramatis dari Albacete, tim papan bawah La Liga 2, lewat gol menit ke-94 pada babak 16 besar.
Dalam kondisi tertekan, Real Madrid tak punya banyak waktu untuk berbenah karena jadwal padat memaksa mereka kembali bertanding pada Sabtu mendatang.
Madrid dijadwalkan menjamu Levante pada pekan ke-20 La Liga, Sabtu (17/1/2026) malam dengan lawan saat ini terpuruk di posisi ke-19 klasemen.
Secara matematis, laga ini menjadi peluang ideal bagi Madrid untuk menghentikan tren negatif dan memulihkan kepercayaan diri skuad.
Namun, harapan tersebut terancam karena satu pilar utama dipastikan belum siap turun ke lapangan.
Laporan MARCA pada Kamis menyebutkan Kylian Mbappe berpeluang besar absen saat menghadapi Levante akibat cedera yang belum sepenuhnya pulih.
Media tersebut mengungkapkan sang penyerang masih merasakan ketidaknyamanan meski sebelumnya sempat tampil singkat lebih cepat dari jadwal saat melawan Barcelona.
Mbappe sejatinya sempat divonis menepi selama tiga pekan, tetapi keputusannya tampil di Supercopa de España kini dinilai terlalu dipaksakan.
Absennya Mbappe memunculkan keraguan, mengingat Madrid sebelumnya gagal menaklukkan tim kasta kedua tanpa kehadiran sang bintang.
Untuk saat ini, Mbappe diperkirakan hanya melewatkan laga kontra Levante, meski risiko cedera lanjutan tetap menghantui.
Manajemen tim dihadapkan pada dilema besar antara memaksakan sang pemain kembali lebih cepat atau kehilangan Mbappe dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang.***
