Pemerintah Republik Indonesia tengah mematangkan rencana besar untuk mengubah kawasan eks Hotel Sultan di Senayan, Jakarta, menjadi ikon baru berskala internasional. Langkah strategis ini dilakukan melalui opsi perombakan total hingga merobohkan bangunan hotel legendaris tersebut demi penataan ulang kawasan Gelora Bung Karno (GBK) secara menyeluruh sesuai dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan desain komprehensif untuk area seluas kurang lebih 200 hektar. Pengembangan ini tidak hanya menyasar area bekas Hotel Sultan yang kini telah kembali ke bawah kendali negara, melainkan juga menata ulang fasilitas penunjang lain termasuk area lapangan golf di sekitar GBK.
Pasca-proses pengambilalihan fisik aset diselesaikan oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), pemerintah telah menyiapkan skema pengelolaan jangka panjang. Pengelolaan kawasan eks Hotel Sultan ini berpotensi besar akan diserahkan kepada perusahaan pelat merah di sektor pariwisata, mulai dari holding InJourney hingga ekosistem perhotelan premium The Meru Sanur, guna mengoptimalkan nilai ekonomi dan estetika pusat olahraga terbesar di tanah air tersebut.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana pemerintah merobohkan eks Hotel Sultan demi membangun ikon baru di kawasan Senayan ini? Tulis opini Anda di kolom komentar.
Editor & Uploader: BS