Penampilan grup musik alternatif papan atas asal Jakarta, rumahsakit, dalam perhelatan AsikFest 2026 di pelataran Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026) malam terpaksa dihentikan di tengah jalan. Eskalasi kerumunan penonton yang kian tidak terkendali memaksa band tersebut turun panggung sebelum seluruh setlist lagu selesai dibawakan.
Dalam ajang pertunjukan terbuka (gig gratis) tersebut, rumahsakit berbagi panggung dengan grup indie Bangkutaman serta trio podcaster komedi Grind Boys. Sesuai jadwal, rumahsakit mulai menghentak area pelataran lobi mal sekitar pukul 19.30 WIB.
Namun, atmosfer konser berubah menjadi chaos seiring membludaknya jumlah massa. Sejumlah unggahan video di media sosial memperlihatkan rentetan insiden di tengah kerumunan—mulai dari dugaan aksi pencopetan yang memicu baku hantam antarpenonton, aksi tarik-menarik, hingga crowd surfing brutal yang membahayakan keselamatan.
Kericuhan makin memuncak ketika beberapa penonton nekad merangsek naik ke atas panggung untuk berebut lembaran kertas setlist (daftar lagu) milik personel, hingga membuat situasi pertunjukan mustahil untuk dilanjutkan secara aman.
Pernyataan Resmi & Permintaan Maaf Rumahsakit
Menanggapi gelombang insiden yang viral di media sosial, manajemen rumahsakit melayangkan pernyataan resmi melalui akun Instagram @rumahsakitband pada Jumat (23/10/2026) siang.
Rumahsakit menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada seluruh pengunjung dan penggemar atas keputusan sulit memotong durasi konser demi menghindari potensi bahaya yang lebih besar.
“Kami atas nama band rumahsakit ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas gig kami di Lippo Mall Nusantara Jakarta tadi malam, yang harus kami putuskan untuk berhenti sebelum waktunya karena melihat situasi yang sudah tidak kondusif,” tulis pihak rumahsakit.
Para personel mengaku telah berkali-kali mencoba menenangkan massa di sela-sela jeda lagu, namun eskalasi penonton terus memburuk.
“Kami sudah mencoba menenangkan beberapa kali di sela-sela lagu, namun ternyata situasi makin tidak terkendali sehingga kami sangat khawatir terjadi hal yang jauh lebih tidak diinginkan jika pertunjukan dipaksakan berlanjut,” jelas mereka.
Evaluasi Bersama Demi Keamanan ‘Pasien’
Secara khusus, rumahsakit menyampaikan rasa penyesalan kepada para penggemar setia mereka yang akrab disapa Pasien. Pihak band memahami antusiasme tinggi Pasien untuk bernyanyi bersama (sing along), namun aspek keselamatan jiwa harus tetap menjadi prioritas utama.
“Kami sangat sadar betapa para Pasien antusias untuk ‘konsultasi’ dan bergembira bersama. Dengan doa dari para Pasien, kami akan terus berusaha memenuhi kebutuhan tersebut di lain kesempatan,” ungkap pihak band.
Menutup keterangannya, rumahsakit berharap insiden di Lippo Mall Nusantara ini menjadi bahan evaluasi kritis bagi seluruh pemangku kepentingan—baik penyelenggara acara (event organizer), pengelola venue, maupun kedewasaan penonton—dalam menciptakan ruang pertunjukan musik yang aman dan inklusif.
“Kejadian tadi malam harus dijadikan pembelajaran bersama bagi semua pihak yang terlibat, agar semua bisa terhibur dengan nyaman dan pulang dalam keadaan sehat serta bahagia. Terima kasih atas dukungan para Pasien dan penyelenggara, mari kita saling menjaga!” tutup rumahsakit.