Di balik kilau medali emas yang disabet atlet panahan muda Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, di panggung Asian Games Aichi-Nagoya 2026, tersimpan sebuah ikhtiar mulia yang mengharukan. Kemenangan bersejarah itu bukan sekadar soal podium, melainkan jalan pembuka bagi srikandi muda Tanah Air ini untuk menunaikan janji baktinya: memberangkatkan sang ibu ke Tanah Suci serta merenovasi rumah peninggalan keluarga.
Keberhasilan Nurisa menorehkan tinta emas di Jepang berbuah manis. Ia menerima apresiasi khusus senilai Rp3 miliar yang diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Bidikan Presisi di Aichi-Nagoya Berujung Doa Ibu
Dara kelahiran Semarang, 30 November 2005 itu menceritakan bahwa motivasi utamanya saat melesakkan anak panah di laga final bukanlah sekadar mencari popularitas.
Dalam laga puncak yang berlangsung penuh tensi tinggi, Nurisa berhasil menundukkan pemanah tangguh asal Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, lewat skor tipis 139-137.
“Motivasi awal saya sederhana. Kalau berhasil dapat medali emas, saya ingin sekali membiayai ibu naik haji,” ungkap Nurisa saat ditemui di Istana Merdeka, Kamis (29/10/2026).
Perjuangan hidup keluarga Nurisa tidaklah mudah. Usai sang ayah wafat, ibunya yang berstatus ibu rumah tangga menjadi tumpuan harapan. Keinginan sang ibu untuk bisa beribadah ke Mekkah telah lama terpendam, dan emas Asian Games inilah yang akhirnya mewujudkan impian tersebut.
Bedah Rumah Keluarga dan Bakti Tanpa Henti
Selain memberangkatkan ibunya beribadah ke Tanah Suci, atlet berusia 20 tahun ini berencana mengalokasikan sebagian bonus miliaran rupiah tersebut untuk menyempurnakan kediaman keluarganya.
Sebelumnya, hasil keringat dari kejuaraan-kejuaraan awal telah ia tabung untuk membeli tanah dan bangunan rumah. Namun, kondisi fisik rumah tersebut masih membutuhkan perbaikan di sana-sini.
“Senang banget pastinya, Kak. Dulu ibu ingin sekali umrah, atau minimal ibadah ke sana. Sekarang Alhamdulillah akhirnya bisa membawakan ibadah haji untuk ibu. Sisa bonusnya juga bisa dipakai untuk membetulkan rumah yang kemarin baru terbeli,” ceritanya penuh rasa syukur.
Nurisa mengaku sangat terharu dan bersyukur atas kepedulian serta bonus besar yang dikucurkan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Momen tatap muka langsung dengan Kepala Negara menjadi salah satu hal yang paling ia nantikan sejak mendarat kembali di tanah air dari Jepang.
“Terima kasih banyak atas apresiasi yang begitu besar dari Bapak Presiden. Saya sangat berterima kasih dan berharap prestasi panahan Indonesia bisa semakin cemerlang ke depannya,” pungkas Nurisa.