JAKARTA – Penyanyi Sabrina Carpenter resmi mendapat pelindungan hukum setelah hakim Los Angeles mengabulkan permintaan perintah larangan terhadap William Applegate, pria yang berulang kali menguntit rumahnya.
Applegate mengaku melakukan pemantauan karena merasa menjadi “utusan pemerintah” dari program militer rahasia yang dikaitkannya dengan “kedatangan Kristus yang kedua.” Ia bahkan menyatakan, “Sangat penting bagi saya dan Carpenter untuk segera bersama … Saya adalah pusatnya. Saya kunci dari seluruh proses ini.”
Hakim David I. Wasserman memutuskan Applegate dilarang mendekati Carpenter dalam radius 100 yard (sekitar 90 meter), termasuk rumah, kendaraan, dan tempat kerjanya. Ia juga dilarang menghubungi Carpenter serta memiliki senjata api maupun amunisi.
Carpenter hadir secara virtual dalam persidangan, sementara pengacaranya, Blair Berk, menegaskan Applegate telah lebih dari 12 kali mendatangi rumah pribadi sang penyanyi. Salah satu insiden paling serius terjadi pada 23 Mei, ketika Applegate memanjat pagar dan mencoba membuka pintu depan rumah Carpenter.
Carpenter menyebut tindakan itu sebagai “pelanggaran paling mengganggu terhadap keselamatan dan privasi pribadi yang pernah ia alami.” Applegate kemudian ditangkap polisi setelah menolak meninggalkan rumah Carpenter.
Detektif LAPD Peter Doomanis menilai perilaku Applegate, yang mulai terlihat sejak April 2026, menunjukkan ciri khas individu yang terobsesi. Dengan keputusan pengadilan ini, Carpenter mendapat perlindungan selama lima tahun dari ancaman penguntitan.