JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) pada Kamis (1/10/2026). Sarmuji mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pelantikan Sarmuji menjadi bagian dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih yang dilakukan pemerintah. Sebelum masuk ke jajaran kabinet, Sarmuji dikenal sebagai politikus Partai Golkar dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar periode 2024–2029.
Perjalanan Sarmuji di Dunia Politik
Sarmuji lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 10 Juni 1974. Ia menempuh pendidikan di Universitas Jember dan kemudian aktif dalam organisasi kepemudaan sebelum masuk ke parlemen.
Karier politiknya di tingkat nasional dimulai ketika terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Jawa Timur VI. Saat itu, Sarmuji memperoleh 57.586 suara.
Ia kembali terpilih pada Pemilu 2019 dengan 137.110 suara dan mempertahankan kursinya pada Pemilu 2024 setelah meraih 183.045 suara.
Pernah Duduk di Komisi yang Membidangi Industri
Selama berada di DPR, Sarmuji pernah menjadi anggota Komisi VI yang salah satu bidang tugasnya berkaitan dengan perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, dan BUMN.
Pada April 2015, ia kemudian berpindah ke Komisi IX DPR RI yang membidangi antara lain ketenagakerjaan, kependudukan, dan kesehatan.
Di internal Partai Golkar, Sarmuji juga dipercaya memegang sejumlah jabatan. Ia pernah menjadi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur periode 2020–2025 sebelum kemudian ditunjuk sebagai Sekjen DPP Partai Golkar pada 2024.
Gantikan Agus Gumiwang
Dengan pelantikan tersebut, Sarmuji mengambil alih posisi Menteri Perindustrian yang sebelumnya dijabat Agus Gumiwang Kartasasmita sejak 21 Oktober 2024. Data Kabinet Merah Putih di situs Sekretariat Kabinet sebelumnya mencatat Agus sebagai Menperin sejak tanggal tersebut.
Sarmuji kini mendapat tanggung jawab memimpin Kementerian Perindustrian di tengah agenda pemerintah terkait sektor industri nasional.
Pelantikan Sarmuji menjadi bagian dari sejumlah perubahan jabatan dalam Kabinet Merah Putih pada 1 Oktober 2026.