JAKARTA – Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran, menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk eskalasi berbahaya yang mengancam stabilitas global.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan militer terhadap Iran.
Dalam respons cepat yang disampaikan melalui platform X,António Guterres, mengecam keras langkah Washington tersebut dan menyebutnya sebagai “ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional.”
Pernyataan Guterres mencerminkan kekhawatiran mendalam komunitas internasional akan dampak lanjutan dari konfrontasi bersenjata ini.
Ia menilai bahwa aksi militer yang dilakukan oleh AS dapat memicu krisis berskala luas di wilayah yang sudah rapuh.
“Ini adalah eskalasi berbahaya di wilayah yang sudah berada di ambang batas — dan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” katanya di X.
Guterres juga mengingatkan bahwa konflik yang berkembang saat ini sangat berpotensi keluar dari kendali dan memicu bencana kemanusiaan global.
Dalam peringatannya, ia menegaskan bahwa “konflik ini bisa dengan cepat lepas kendali — dengan konsekuensi katastrofik bagi warga sipil, wilayah, dan dunia.”
Desakan PBB untuk Menahan Diri
Dalam pernyataannya, Guterres mengimbau seluruh negara anggota PBB untuk menahan diri dan bertindak sesuai prinsip hukum internasional.
Ia menekankan pentingnya kembali pada jalur diplomasi guna mencegah kerusakan lebih besar.
“Saya mendesak negara-negara anggota untuk mengurangi eskalasi dan memenuhi kewajiban mereka berdasarkan Piagam PBB dan aturan hukum internasional lainnya.”
Menghadapi situasi yang semakin tidak menentu ini, Guterres juga menekankan urgensi mencegah kekacauan lebih lanjut. Ia menutup pernyataannya dengan seruan kuat: “Di saat yang penuh bahaya ini, sangat penting untuk menghindari spiral kekacauan.”
Reaksi Global Dinantikan
Situasi ini menambah daftar panjang konflik geopolitik yang menempatkan dunia dalam posisi genting.
Dunia internasional kini menanti reaksi lanjutan dari negara-negara besar lainnya, termasuk Dewan Keamanan PBB.
Sejumlah analis memperkirakan bahwa eskalasi terbaru ini dapat berdampak besar terhadap stabilitas regional, harga energi global, dan hubungan diplomatik antara kekuatan besar dunia.***