JAKARTA – Shai Gilgeous-Alexander kembali mencuri sorotan setelah resmi dinobatkan sebagai Kia NBA Clutch Player of the Year 2025-2026, mempertegas statusnya sebagai pemain paling menentukan di detik-detik akhir pertandingan.
Bintang Oklahoma City Thunder itu mencatatkan performa luar biasa dengan total 175 poin dalam situasi krusial, menjadikannya yang terbaik di seluruh liga musim ini.
Tak hanya itu, ia juga membukukan rata-rata 6,5 poin per laga dalam clutch time, sebuah angka yang menunjukkan konsistensi tinggi saat tekanan mencapai puncaknya.
Penghargaan ini menambah koleksi trofi Gilgeous-Alexander yang sebelumnya telah meraih MVP dan MVP Final NBA, sekaligus membuka peluang untuk kembali menyabet gelar MVP secara beruntun.
“Penghargaan ini sangat berarti karena inti dari permainan saya adalah membantu tim menang, terutama di momen akhir,” ujar Gilgeous-Alexander dalam wawancara resmi seperti dilansir NBA, Rabu (22/4/2026).
Ia mengungguli dua pesaing kuat yakni Anthony Edwards dari Minnesota dan Jamal Murray dari Denver dalam pemungutan suara.
Meski Edwards sempat terkendala syarat jumlah pertandingan untuk beberapa penghargaan lain, performanya di momen genting tetap diakui dan membuatnya masuk nominasi utama.
Penentuan finalis sendiri dilakukan melalui survei pelatih NBA sebelum akhirnya dipilih oleh panel 100 jurnalis dan penyiar olahraga.
Perjalanan Gilgeous-Alexander menuju gelar ini bukanlah hal instan karena sebelumnya ia selalu masuk radar dengan finis ketiga musim lalu serta berada di peringkat tujuh dan delapan pada dua musim sebelumnya.
Kini, ia resmi mengangkat trofi yang terinspirasi dari legenda Jerry West yang dikenal sebagai “Mr. Clutch”.
“Saya bangga bisa meraihnya karena ini bukti bahwa saya efektif di lapangan saat tim paling membutuhkan,” katanya.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2023, penghargaan ini sebelumnya dimenangkan oleh De’Aaron Fox, lalu Stephen Curry, dan musim lalu oleh Jalen Brunson.
Dalam definisi NBA, situasi clutch terjadi saat selisih skor maksimal lima poin pada lima menit terakhir kuarter keempat atau overtime.
Secara statistik, Gilgeous-Alexander unggul dengan 175 poin clutch dan membawa Thunder mencatat rekor 20 kemenangan dari 27 laga ketat tersebut.
Sementara itu Edwards tampil efisien dengan akurasi tembakan 56,5 persen, dan Murray mencatatkan 166 poin serta memimpin assist clutch dengan total 30.
Di sisi lain, penghargaan individu musim ini juga telah dimulai dengan Victor Wembanyama yang meraih Defensive Player of the Year secara mutlak.
“Ini berarti semua orang sepakat tanpa perdebatan,” ujar Wembanyama mengenai pencapaiannya.
Rangkaian penghargaan NBA 2026 masih akan berlanjut dengan pengumuman Sixth Man of the Year hingga Most Improved Player dalam beberapa hari ke depan.

***