JAKARTA – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memberikan penghargaan Adibhakti Sanapati kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak sebagai bentuk pengakuan atas peran strategis dalam memperkuat sistem keamanan siber nasional.
Penganugerahan penghargaan bergengsi tersebut digelar di Kantor BSSN pada Selasa, 21 April 2026, dalam suasana resmi dan penuh khidmat yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara BSSN dan TNI AD.
Momentum ini menjadi simbol penguatan sinergi dua institusi negara dalam menghadapi tantangan pertahanan modern yang tidak lagi terbatas pada ancaman fisik, melainkan juga merambah ke ruang digital yang semakin kompleks.
Dalam konteks kekinian, dimensi pertahanan darat Indonesia telah berkembang menghadapi ancaman siber yang mampu mengganggu sistem komunikasi, infrastruktur digital, hingga keamanan data strategis militer.
Di bawah kepemimpinan Jenderal Maruli, TNI AD dinilai berhasil melakukan langkah konkret dalam memperkuat pertahanan siber sebagai bagian dari strategi menjaga kedaulatan nasional.
Penghargaan Adibhakti Sanapati diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan visioner Kasad dalam membangun tata kelola organisasi, meningkatkan kapasitas personel, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman digital melalui pendekatan pertahanan modern.
Usai menerima penghargaan, Kasad menyampaikan apresiasi terhadap BSSN atas kolaborasi yang telah terjalin erat dalam memperkuat kapabilitas matra darat di era digital.

“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif dalam membina postur dan kemampuan, sekaligus menjadi pengingat untuk terus memperkokoh gelar kekuatan TNI AD di ruang siber demi kedaulatan negara,” tegas beliau.
Dalam pemaparannya kepada peserta, Kasad menyoroti pentingnya strategi pengelolaan pertumbuhan nasional untuk menjaga stabilitas di tengah ancaman siber dan hibrida yang terus meningkat.
Ia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan tidak cukup hanya mengandalkan modernisasi alat utama sistem persenjataan dan infrastruktur digital tanpa dukungan sinergi lintas sektor.
“Upaya membangun pertahanan siber yang tangguh adalah dengan penyusunan regulasi dan tata kelola, ekosistem yang terintegrasi, peningkatan kapasitas SDM siber, pembangunan Center of Excellent, dan membangun budaya Riset serta Kemandirian Teknologi,” ungkap Kasad.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menilai bahwa perkembangan global telah mengubah lanskap keamanan siber menjadi arena persaingan geopolitik antarnegara.
Ia menegaskan bahwa penguasaan ruang siber kini menjadi faktor krusial dalam menentukan keunggulan dalam peperangan modern.
Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting seperti Asisten Intelijen Kasad Drajad Brima Yoga, Komandan Pusat Siber Angkatan Darat Fransiscus Ari Susetio, serta jajaran pimpinan tinggi BSSN dan perwakilan Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara.***