Di tengah denyut arus balik yang mencapai puncaknya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung ke “jantung” kendali lalu lintas nasional. Bertempat di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC) Bekasi, Rabu (25/3/2026) siang, sang Jenderal memastikan setiap jengkal aspal tol aman dilalui para pemudik yang kembali ke ibu kota.
Markas komando Jasa Marga di Jatiasih, Bekasi, kedatangan tamu penting siang ini. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menko PMK Pratikno dan Menhub Dudy Purwagandhi menyambangi Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC) untuk memantau langsung denyut nadi arus balik Lebaran 2026 melalui layar-layar raksasa.
Kehadiran rombongan petinggi negara ini disambut langsung oleh jajaran direksi Jasa Marga dan Jasa Raharja. Di dalam “War Room” yang serba digital tersebut, Kapolri menyaksikan langsung bagaimana teknologi bekerja menjaga jutaan nyawa di jalan raya.
Mata Digital yang Tak Pernah Tidur
Dalam paparannya, Dirut Jasa Marga menjelaskan kehebatan platform Jasa Marga Integrated Digital Map (JID). Bukan sekadar layar monitoring biasa, kendali pusat ini didukung oleh infrastruktur raksasa:
-
3.500 unit CCTV yang mengawasi setiap sudut jalan tol.
-
28 unit Speed Camera untuk meredam laju kendaraan yang ugal-ugalan.
-
334 unit Dynamic Message Sign (DMS) yang memberikan informasi real-time kepada pengemudi.
-
Call Center 24 jam yang siap siaga menerima keluhan masyarakat.
Dialog Interaktif dari Kalikangkung hingga Cikampek
Tak hanya melihat angka dan grafik, Jenderal Sigit juga melakukan dialog virtual dengan para petugas di titik-titik krusial seperti GT Kalikangkung dan GT Cikampek Utama. Ia memastikan bahwa koordinasi antarpetugas di lapangan berjalan sinkron dengan instruksi pusat.
“Tetap jalankan tugas dengan maksimal. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat hingga akhir masa Operasi Ketupat 2026,” tegas Kapolri memberikan instruksi kepada seluruh jajarannya.
Kapolri juga menyampaikan apresiasi mendalam bagi seluruh personel Polri dan stakeholder terkait yang telah merelakan waktu lebarannya demi menjaga kelancaran perjalanan masyarakat. Berkat kolaborasi teknologi dan dedikasi personel, arus balik tahun ini diharapkan tetap kondusif meski volume kendaraan meningkat drastis.