Situasi darurat melanda kota Nagoya, Jepang. Para atlet kontingen Indonesia yang tengah berada di kota tersebut untuk menjalani pemusatan latihan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 terpaksa dievakuasi usai hujan badai ekstrem memicu banjir besar pada Selasa (8/9/2026).
Pemerintah Kota Nagoya merilis status Peringatan Darurat Level 5—tingkat kewaspadaan tertinggi dalam sistem mitigasi bencana Jepang—yang berlaku di wilayah Chikusa, Moriyama, dan Meito akibat tingginya risiko luapan sungai dan banjir bandang.
Momen mencekam saat proses evakuasi berlangsung dibagikan langsung oleh akun Instagram resmi @timindonesia. Dalam unggahan video tersebut, terlihat genangan air tinggi telah meluap dan merendam sejumlah akses jalan raya serta bangunan di area pemusatan latihan.
“Begini suasana evakuasi di Nagoya yang dialami para atlet yang akan bertanding di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. 🌧️🚨,” tulis pernyataan resmi Tim Indonesia.
Rekor Curah Hujan Tertinggi Sepanjang Sejarah Kota Nagoya
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat intensitas curah hujan yang sangat fantastis, yakni mencapai 104,5 mm hanya dalam kurun waktu satu jam. Angka ini memecahkan rekor sebagai curah hujan tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah meteorologi Kota Nagoya.
Tingginya debit air membuat sistem drainase kota kewalahan, hingga meluapkan air ke area permukiman dan memicu terputusnya sejumlah jalur transportasi darat.
Diimbau Hindari Basement dan Segera Berlindung di Lantai Atas
Proses evakuasi bagi para atlet dan warga sekitar dilakukan secara cermat mengikuti instruksi ketat dari otoritas penanggulangan bencana setempat.
“🚨 Warga dan seluruh anggota tim diminta segera bergerak menuju lokasi yang paling aman, seperti gedung-gedung bertingkat atau minimal lantai dua ke atas. Masyarakat juga diimbau keras untuk menghindari area bawah tanah, termasuk terowongan, pusat perbelanjaan bawah tanah, dan area parkir basement,” terang rilis resmi Tim Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh atlet dan jajaran pelatih kontingen Indonesia di Nagoya dilaporkan berada dalam kondisi selamat dan terus memantau instruksi keselamatan lebih lanjut dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta panitia lokal setempat.