Pemerintah resmi menambah kuota Program Magang Nasional menjadi 150 ribu peserta pada batch kedua, didukung alokasi anggaran sebesar Rp4,2 triliun. Langkah strategis ini diambil setelah evaluasi angkatan pertama yang dinilai sukses mempercepat penyerapan lulusan perguruan tinggi ke dalam dunia kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau langsung pelaksanaan program ini di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan. Selain memastikan program berjalan sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk menekan angka pengangguran sarjana, Seskab Teddy menegaskan bahwa pada tahun 2026 ini, akses Program Magang Nasional juga dibuka lebar bagi para lulusan disabilitas. Selama enam bulan, para peserta akan mendapatkan penghasilan sesuai standar daerah serta pendampingan langsung oleh mentor profesional.
Bagaimana pendapat Anda tentang penambahan kuota dan perluasan akses magang untuk disabilitas ini? Tulis di kolom komentar!
Editor & Uploader: BS