Suasana mencekam menyelimuti Kabupaten Demak sejak Jumat (3/4/2026) malam. Hujan deras di wilayah hulu menyebabkan debit air Sungai Tuntang meluap hebat hingga menjebol tanggul di dua titik kritis, yakni Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko. Akibatnya, ribuan warga terpaksa melarikan diri dari kepungan air bah yang datang tiba-tiba.
Data terbaru dari BNPB pada Sabtu (4/4/2026) pagi menunjukkan lonjakan pengungsi yang sangat signifikan. Jika pada Jumat malam tercatat 583 jiwa, angka tersebut kini membengkak menjadi 2.839 jiwa yang tersebar di berbagai posko darurat.
Dampak Kerusakan yang Meluas
Banjir setinggi 20 hingga 150 sentimeter ini tidak hanya merendam jalanan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas di empat kecamatan: Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.
Berdasarkan kaji cepat BPBD Demak, kerugian materiil tercatat sangat masif:
-
Rumah Warga: 1.230 unit terendam (4 unit rusak berat diterjang arus).
-
Lahan Pertanian: 194 hektare sawah terancam gagal panen.
-
Fasilitas Umum: 10 sekolah dan 15 tempat ibadah tergenang air.
-
Korban Jiwa: Satu warga dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Penanganan Darurat & Ancaman Susulan
Tanggul yang jebol diperkirakan mencapai panjang 50 meter, membuat aliran air sulit dibendung. Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan kini tengah berjibaku melakukan evakuasi menggunakan perahu karet serta memperkuat tanggul darurat dengan ribuan karung pasir.
Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Sukiyono, menyebutkan bahwa pemerintah daerah tengah memproses penetapan Status Tanggap Darurat. Tragedi ini menjadi luka lama yang terbuka kembali, mengingat kejadian serupa pernah memutus akses jalan Kebonagung-Gubug pada Februari lalu.
“Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian adalah logistik makanan, air bersih, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan bayi,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data BNPB.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan, posko utama telah didirikan di Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo dan Kantor Kecamatan Guntur. Kewaspadaan tinggi tetap diperlukan mengingat intensitas hujan di wilayah hulu Jawa Tengah diprediksi masih akan berlanjut.