Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara menanggapi isu liar yang menyebut dirinya ambruk hingga harus dirawat intensif di rumah sakit. Sambil melempar candaan, Purbaya memastikan bahwa kondisinya saat ini dalam keadaan prima dan tetap menjalankan tugas negara seperti biasa.
Ditemui dalam temu media di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026), Purbaya membenarkan bahwa ia memang sempat mendatangi rumah sakit, namun bukan karena kondisi kritis seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.
“Hanya Check-Up, Bukan Ambruk”
Purbaya menjelaskan bahwa kunjungannya ke rumah sakit hanyalah prosedur kesehatan rutin atau medical check-up. Ia pun menertawakan berbagai rumor tak berdasar, termasuk isu bahwa dirinya terancam dipecat karena sudah tidak mampu lagi bangkit dari tempat tidur.
“Banyak gosip ya? Katanya sudah nggak bisa bangkit dari tempat tidur, sampai mau dipecat,” ujar Purbaya sambil tertawa renyah, Senin (4/5). “Iya masuk rumah sakit, tapi keluar lagi. Check-up biasa, normal kok.”
Kondisi Gula Darah dan Pinggang yang Membaik
Menkeu juga menepis kabar yang menyebut kadar gula darahnya melonjak tajam. Ia bahkan secara blak-blakan menunjukkan angka hasil pemeriksaannya kepada awak media untuk membuktikan kesehatannya.
“Siapa yang bilang (gula darah tinggi)? Normal kok, sekarang 118. Sekarang aman, sudah normal lagi,” tegasnya.
Terkait keluhan sakit pinggang yang sempat ia rasakan beberapa waktu lalu, Purbaya mengakui bahwa ia sempat menjalani tindakan medis berupa suntikan di delapan titik saraf agar tetap bisa berdiri tegak dan beraktivitas di tengah padatnya agenda kementerian.
Keluhan sakit pinggang tersebut diduga muncul akibat kelelahan luar biasa setelah menjalani serangkaian kunjungan kerja dan pertemuan penting dalam sepekan terakhir. Meski sempat harus “berjuang” melawan rasa sakit di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) pada Jumat (24/4) lalu, Purbaya memastikan fase kritis tersebut sudah terlewati.
Kini, dengan kondisi fisik yang kembali stabil, sang “Bendahara Negara” ini siap kembali tancap gas mengawal keuangan Indonesia, sekaligus mematahkan segala spekulasi negatif yang beredar di ruang digital.


