JAKARTA – Banyak orang memilih tidur dengan AC menyala semalaman demi kenyamanan, terutama saat cuaca panas. Namun, apakah kebiasaan ini benar-benar aman bagi kesehatan?
Sebuah penelitian oleh Alkahtani dkk. (2019) berjudul “The effect of air conditioner sound on sleep latency, duration, and efficiency in young adults” meneliti pengaruh suara AC terhadap kualitas tidur pada 48 orang dewasa muda. Penelitian ini mengamati tiga aspek utama: waktu yang dibutuhkan untuk tertidur (sleep latency), durasi tidur (sleep duration), dan efektivitas tidur (sleep efficiency).
Hasilnya menunjukkan bahwa suara mesin AC tidak mengganggu durasi maupun efisiensi tidur secara signifikan. Meski begitu, sebagian orang yang sensitif terhadap suara membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk tertidur. Efeknya tetap tergolong ringan.
Di sisi lain, laporan Times of India menyoroti sejumlah risiko kesehatan jika tidur dengan AC menyala dilakukan tanpa perawatan atau pengaturan suhu yang tepat:
- Gangguan pernapasan: AC yang kotor dapat menyebarkan debu, polutan, dan jamur, memicu batuk, sesak, hingga memperburuk asma.
- Kulit dan mata kering: Udara dingin menurunkan kelembapan ruangan, menyebabkan kulit gatal, mata perih, dan iritasi.
- Otot kaku dan nyeri sendi: Suhu terlalu dingin membuat otot berkontraksi, memicu leher kaku dan pegal sendi.
- Imunitas melemah: Tidur dalam suhu dingin berlebihan dapat menurunkan respons imun dan meningkatkan risiko infeksi pernapasan.
- Memperburuk alergi: AC yang jarang dibersihkan bisa menyebarkan serbuk sari, bulu hewan, dan jamur.
- Pola tidur terganggu: Suhu terlalu dingin atau suara AC yang bising dapat membuat seseorang sering terbangun dan mengganggu fase tidur dalam.
Kesimpulan
Penelitian menunjukkan suara AC tidak banyak memengaruhi kualitas tidur. Namun, risiko kesehatan tetap ada jika suhu terlalu dingin, AC tidak dirawat, atau tubuh sensitif terhadap udara kering. Dengan perawatan rutin dan pengaturan suhu yang wajar, tidur dengan AC menyala bisa tetap nyaman sekaligus lebih aman.
