JAKARTA β Pelatih Bayern Munich Vincent Kompany menilai perbedaan utama timnya dengan Real Madrid di duel dua leg perempat final pada Kamis (16/4/2026) diniΒ hari WIB.
Vincent Kompany mengungkapkan itu terjadi karena kemampuan bereaksi setiap kali tertinggal,Β yang dirangkumnya dalam satu penekanan sederhana bahwa timnya βtidak kalahβ sepanjang pertarungan dramatis tersebut.
Bayern mampu bangkit tiga kali dari situasi tertinggal sebelum akhirnya menang 4-3 di laga kedua dan menutup agregat 6-4, memastikan langkah ke semifinal setelah laga penuh tekanan dan momentum yang terus berganti.
βSetiap kali mereka mencetak gol, kami bereaksi dan tidak menyerah,β ujarnya dikutip dari SB Nations, Kamis.
Real Madrid sejatinya sempat membawa Bayern ke situasi rawan sejak awal ketika Arda GΓΌler memanfaatkan blunder Manuel Neuer hanya dalam 45 detik untuk mencungkil bola ke gawang kosong dan membuka keunggulan cepat bagi tim tamu.
GΓΌler kemudian kembali menyakiti Bayern lewat eksekusi tendangan bebas melengkung yang mengarah ke pojok atas gawang, mengubah skor laga menjadi 2-1 dan membuat agregat imbang sehingga situasi berbalik menguntungkan Madrid di Munich.
Tak berhenti di situ, Kylian MbappΓ© menambah gol ketiga Real Madrid jelang turun minum, namun setiap momentum yang tercipta selalu direspons Bayern dengan kebangkitan, menunjukkan bahwa dominasi skor tidak otomatis berarti dominasi mental.
βKami kebobolan di menit ke-45, tapi kami bereaksi dengan baik dan menyamakan kedudukan,β kata Kompany.
βItulah yang saya ambil dari pertandingan ini, kemampuan kami untuk bereaksi.β
Saat membahas secara khusus duel melawan Real Madrid, Kompany tetap memberikan respek tinggi kepada kualitas individu dan kolektif lawan, namun menegaskan fokus utama Bayern tetap pada persiapan internal dan standar permainan sendiri.
βAda banyak kualitas di lapangan dari kedua tim. Jika melihat mereka, mereka sangat bagus di setiap posisi. Mereka tidak mengejutkan kami. Tapi atmosfer di sini, itu sesuatu yang spesial.β
Kompany dipastikan absen pada leg pertama semifinal melawan Paris Saint-Germain karena skorsing, sebuah situasi yang ia sambut dengan rasa frustrasi terbuka, seirama dengan nada kekecewaan Real Madrid terhadap beberapa keputusan wasit di laga ini.
βWasit keempat seharusnya juga mendengarkan kami. Saya tidak senang dengan kartu kuning saya. Larangan tiga pertandingan itu terlalu berat.β
Ia juga menyoroti catatan disiplin Real Madrid yang mengakhiri laga dengan dua kartu merah, termasuk kartu merah untuk GΓΌler setelah peluit panjang dibunyikan.
βTapi bagaimanapun, itu tidak penting. Saya sangat percaya pada staf saya dan seluruh klub,β tegasnya
Ketika ditanya apakah Paris Saint-Germain akan menjadi lawan yang lebih sulit daripada Real Madrid, Kompany sempat berhenti sejenak sebelum memberi jawaban bernada hati-hati tanpa meremehkan kedua raksasa Eropa itu.
βMereka adalah dua tim terbesar saat ini. Tidak bisa benar-benar dibandingkan. Tapi kami pasti akan membutuhkan segalanya untuk mengalahkan mereka,β pungkas Kompany.***