JAKARTA – Kemenangan krusial Tottenham Hotspur menjadi titik balik penting dalam peta persaingan zona degradasi Liga Inggris musim 2025/2026 yang kini memasuki fase paling menentukan.
Tottenham sukses mencuri kemenangan 2-1 di markas Aston Villa pada Senin dini hari WIB, hasil yang langsung mengangkat mereka keluar dari zona merah klasemen sementara.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri periode kelam Spurs dengan dua kemenangan beruntun, sebuah capaian yang terakhir kali mereka rasakan sejak awal musim bergulir.
Dengan hanya tiga pekan tersisa, persaingan menghindari degradasi dipastikan berlangsung sengit hingga laga terakhir musim ini.
Dua tim, Wolves dan Burnley, sudah dipastikan turun kasta, namun satu tiket degradasi tersisa kini menjadi rebutan sengit tiga klub.
Kekalahan telak West Ham 0-3 dari Brentford menjadi momentum bagi Tottenham untuk keluar dari tekanan dan memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Pundit sepak bola Micah Richards menilai kemenangan Spurs sebagai kejutan besar yang tidak banyak diprediksi sebelumnya.
“Ini hasil luar biasa bagi Tottenham, mereka tampil dengan intensitas tinggi dan keberanian sejak awal laga,” ujar Richards.
Ia juga menambahkan bahwa tim asuhan Roberto De Zerbi menunjukkan mentalitas kuat tanpa ada pemain yang bersembunyi dari tekanan.
Legenda Inggris Alan Shearer turut memuji performa Spurs yang dinilai bermain efektif dan penuh determinasi dalam setiap duel di lapangan.
“Mereka memenangkan hampir semua duel dan bermain lebih pragmatis saat dibutuhkan,” kata Shearer.
Sementara itu, Nottingham Forest yang berada di posisi ke-16 masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit dibanding rivalnya dan berpeluang menjauh dari zona degradasi.
Forest tampil konsisten dalam beberapa pekan terakhir dengan catatan tak terkalahkan dalam enam pertandingan liga.
Namun, fokus mereka berpotensi terpecah karena masih terlibat di kompetisi Eropa dan berpeluang tampil di final Liga Europa.
Situasi ini bisa menjadi tantangan tersendiri, mengingat jadwal padat menjelang akhir musim yang krusial.
Tottenham kini berada di posisi ke-17 dengan 37 poin setelah sebelumnya mengalami periode tanpa kemenangan yang panjang dan mengancam posisi mereka.
Pergantian pelatih menjadi titik awal kebangkitan Spurs, meski sempat terpuruk di awal era De Zerbi.
Kemenangan atas Aston Villa memberi harapan baru bagi fans bahwa tim mulai menemukan ritme terbaiknya di waktu yang tepat.
Di sisi lain, West Ham kini terjerembap di posisi ke-18 dengan 36 poin setelah hasil buruk akhir pekan lalu.
Meski sempat menunjukkan tren positif, kekalahan dari Brentford menjadi pukulan telak yang memutus momentum mereka.
“Kami sebenarnya punya peluang, tapi hasil akhir tidak berpihak,” menjadi gambaran frustrasi yang dirasakan kubu West Ham.
Tekanan mental diperkirakan akan semakin besar, terutama karena mereka harus menghadapi tim papan atas di sisa laga musim ini.
Secara jadwal, Nottingham Forest dinilai memiliki rute pertandingan paling berat dibanding dua rivalnya.
West Ham juga menghadapi tantangan besar dengan lawan-lawan kuat yang menunggu di pekan-pekan terakhir.
Sementara Tottenham memiliki jadwal yang relatif lebih seimbang dan membuka peluang lebih besar untuk bertahan.
Dalam sejarah Liga Inggris, batas aman untuk bertahan biasanya berada di kisaran 36 hingga 40 poin, namun musim ini angka tersebut diprediksi meningkat.
Data statistik menunjukkan peluang degradasi West Ham mencapai lebih dari 75 persen, menjadikan mereka kandidat terkuat untuk turun kasta.
Tottenham berada di posisi berikutnya dengan peluang sekitar 22 persen, sedangkan Nottingham Forest relatif aman dengan peluang sangat kecil.
Persaingan tiga tim ini dipastikan akan menjadi sorotan utama hingga peluit akhir musim berbunyi.***