RIAU — TNI menyiapkan pasukan penerjun khusus untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Personel tersebut disiapkan agar dapat bergerak cepat menuju titik kebakaran dengan menggunakan teknik free fall.
Pasukan penerjun itu merupakan bagian dari Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB). Mereka disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk kebakaran di lokasi dengan medan berat dan akses terbatas.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan, sejumlah penerjun terbaik telah dikumpulkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla. Personel juga dilengkapi alat pelindung diri untuk menjalankan tugas di lapangan.
“Kami sudah siapkan penerjun-penerjun terbaik untuk melaksanakan free fall di daerah-daerah tertentu untuk dapat langsung on the spot memadamkan api,” ujar Agus dalam rapat penanganan karhutla yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Riau, Senin (24/8).
Dalam rapat tersebut, Prabowo memastikan kesiapan tim yang akan mendukung operasi penanggulangan karhutla. Presiden menanyakan langsung kepada Agus mengenai keberadaan personel yang telah disiapkan.
“Sudah ada tim di sini?” tanya Prabowo.
“Siap, ada Tim Alfa yang sudah kami siapkan,” jawab Agus.
“Oke, bagus,” kata Prabowo.
Selain free fall, TNI menyiapkan sejumlah kemampuan lain untuk menjangkau lokasi yang memiliki kendala akses. Personel dapat menggunakan teknik rappelling dengan perlengkapan tertentu serta paramotor untuk membantu mobilitas menuju wilayah yang sulit didatangi menggunakan kendaraan biasa.
Agus mengatakan, penerjun dari berbagai unsur telah dikumpulkan untuk mendukung operasi tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kemampuan personel dapat dimanfaatkan ketika penanganan karhutla membutuhkan pengerahan cepat ke lokasi tertentu.
“Kami dari pusat untuk penerjun-penerjun free fall kita kumpulkan di sini,” kata Agus.
Kesiapan pasukan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI mempercepat penanganan karhutla bersama pemerintah daerah dan unsur terkait. Kemampuan personel, satuan, serta alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki dikerahkan untuk mendukung penanganan kebakaran dan membantu masyarakat di wilayah terdampak.
Pengerahan penerjun dengan teknik free fall untuk misi penanganan karhutla juga mendapat perhatian dari Presiden Prabowo. Menurut dia, kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan, termasuk membantu distribusi air dan penanganan kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau.
“Ini saya kira pertama kali ya kita melakukannya dalam sejarah. Bagus!” ungkap Prabowo.
Prabowo menilai kemampuan pasukan khusus dan penerjun TNI perlu dimanfaatkan ketika negara menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat. Penggunaan kemampuan tersebut tidak hanya untuk kepentingan operasi militer, tetapi juga dapat diarahkan untuk membantu masyarakat.
“Tapi ini sekarang kita pakai untuk bantuan air. Baik, bagus,” lanjut Prabowo.
Dengan pengerahan pasukan penerjun, TNI berharap personel dapat mencapai wilayah terdampak lebih cepat, khususnya lokasi yang terkendala akses darat atau memiliki kondisi medan yang berat. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI dalam mempercepat penanganan dan pemadaman karhutla di wilayah yang sulit dijangkau.



