JAKARTA – TNI menegaskan akan tetap mengedepankan operasi yang terukur dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua setelah insiden penyerangan yang menewaskan pilot warga negara Amerika Serikat (AS), Captain Nicholas F. Goselin. Di tengah upaya memburu pelaku, TNI memastikan setiap langkah yang diambil tetap mengacu pada Rules of Engagement (ROE), peraturan perundang-undangan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).
Penegasan tersebut disampaikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyusul keberhasilan pasukan TNI mengevakuasi jenazah pilot pesawat Pilatus PK-RCY milik PT AMA yang menjadi korban serangan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Menurut Lucky, langkah pengamanan yang dilakukan aparat bukan semata-mata sebagai respons atas aksi kekerasan bersenjata, tetapi juga untuk memastikan keselamatan masyarakat sipil serta memulihkan situasi keamanan di wilayah tersebut.
Ia menegaskan TNI memiliki dasar hukum yang jelas dalam setiap operasi sehingga tindakan yang dilakukan tetap profesional dan proporsional.
“Berdasarkan undang-undang serta peraturan yang berlaku, kami dapat mengambil langkah tegas berdasarkan Rules of Engagement (ROE), untuk memastikan tindakan tegas terukur yang kami lakukan tetap menjunjung tinggi hukum dan HAM,” kata Letjen TNI Lucky Avianto.
Lucky menambahkan, TNI tidak akan ragu mengambil tindakan apabila keselamatan masyarakat berada dalam ancaman langsung.
“Dan perlu digarisbawahi, TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas ketika berhadapan dalam situasi mendesak, mengingat prinsip salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi) senantiasa menjadi pedoman utama kami jika menghadapi situasi genting,” ujarnya.
Operasi Difokuskan Pulihkan Keamanan
Pangkogabwilhan III menjelaskan, fokus utama aparat setelah insiden penyerangan adalah mengembalikan situasi keamanan sehingga proses evakuasi korban maupun perlindungan terhadap masyarakat dapat berlangsung tanpa gangguan.
Pada Kamis (2/7/2026), pesawat Pilatus PK-RCY lepas landas dari Wamena pukul 06.30 WIT menuju Bandara Ipdeheik di Desa Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo.
Sesaat setelah mendarat sekitar pukul 06.46 WIT, pesawat dilaporkan diserang kelompok TPNPB-OPM Kodap Yahukimo yang disebut dipimpin Elkius Kobak. Serangan tersebut menyebabkan pilot, Captain Nicholas F. Goselin, meninggal dunia.
Lucky mengatakan operasi pengamanan dilakukan lebih dahulu sebelum personel TNI memasuki lokasi untuk mengevakuasi korban.
“Proses evakuasi kami lakukan dengan cepat, setelah pasukan Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III mengembalikan kondusivitas serta keamanan sekitar lokasi dan wilayah permukiman masyarakat,” katanya.
Ia mengungkapkan, jenazah korban akhirnya berhasil dievakuasi pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIT.
“Syukur Alhamdulillah, jenazah sudah berhasil dievakuasi oleh pasukan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III pada hari Jumat, 3 Juli 2026 pukul 08.00 WIT. Saat ini sedang dilakukan pemulasaraan jenazah di Rumah Sakit TNI AD Timika. Selanjutnya jenazah akan kami serahkan kepada pihak keluarga dan AMA,” ujar Lucky.
Keselamatan Warga Sipil Jadi Prioritas
Selain mengevakuasi korban meninggal, TNI juga memastikan seluruh penumpang pesawat berhasil diamankan.
Tujuh penumpang yang berada di dalam pesawat, yakni Eston Sibolim, Kwenang Sobolim, Tonu Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Faince Amohoso, berhasil diselamatkan berkat dukungan masyarakat setempat.
Lucky menyampaikan apresiasi kepada tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuka agama, serta warga yang ikut membantu proses evakuasi dan pengamanan para penumpang.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada ketua adat, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan masyarakat sekitar yang terlibat dalam proses evakuasi jenazah Captain Nicholas, serta bersedia mengamankan tujuh penumpang pesawat, yakni Saudara Eston Sibolim, Kwenang Sobolim, Tonu Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Faince Amohoso,” katanya.
TNI Serukan TPNPB-OPM Hentikan Kekerasan
Dalam keterangannya, Lucky juga mengajak seluruh anggota TPNPB-OPM menghentikan aksi kekerasan dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami ingatkan kepada seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan seluruh aksi kejahatan kemanusiaan, segera letakkan senjata dan kembali bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi,” tegasnya.
Menurutnya, berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata selama ini menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat sekaligus menghambat pembangunan di Papua.
“Papua dibangun bukan dengan teror, intimidasi, apalagi memaksa masyarakat untuk patuh dengan beragam bentuk kekerasan hingga pembunuhan seperti yang dilakukan oleh TPNPB-OPM,” ujar Lucky.
Ia menilai keamanan merupakan fondasi utama bagi percepatan pembangunan di Tanah Papua, termasuk pelaksanaan berbagai program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lucky mengatakan, apabila situasi keamanan terus terjaga, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua akan berjalan lebih optimal.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga generasi muda Papua dari pengaruh paham radikalisme dan ajakan kelompok separatis yang dinilai menghambat kemajuan daerah.
Sebagai penutup, Lucky mengajak seluruh komponen bangsa memperkuat persatuan dalam membangun Papua.
“Mari kita bergandengan tangan, menyatukan hati dan tekad, membangun Papua dengan kasih, dengan kejujuran, dan dengan semangat gotong royong. Papua adalah bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia. Bersama NKRI, mari kita wujudkan Tanah Papua yang aman, damai, bermartabat, dan penuh berkat bagi seluruh anak negeri,” pungkasnya.