JAKARTA – Tradisi berbagi hampers saat Lebaran semakin populer di Indonesia. Hampers biasanya berisi kue kering, cokelat, atau minuman yang dikemas dengan desain menarik. Bagi sebagian orang, hampers menjadi cara menunjukkan perhatian kepada keluarga, sahabat, atau rekan kerja saat Idulfitri.
Budaya berbagi makanan saat Lebaran sebenarnya sudah lama ada di masyarakat Indonesia. Dahulu orang lebih sering mengirim parcel sederhana atau makanan buatan sendiri kepada kerabat. Namun seiring waktu, konsep hampers berkembang menjadi lebih modern dengan kemasan mewah dan isi yang lebih beragam.
Tren hampers juga berkembang pesat karena pengaruh media sosial. Banyak orang membagikan foto hampers dengan kemasan estetik di internet. Hal ini membuat hampers terlihat semakin menarik dan menjadi bagian dari gaya hidup saat merayakan Lebaran.
Survei dari JakPat menunjukkan lebih dari setengah masyarakat Indonesia pernah mengirim hampers Lebaran. Bingkisan tersebut biasanya diberikan kepada keluarga, sahabat, maupun rekan kerja. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa hampers sudah menjadi tradisi baru dalam perayaan hari raya.
Meski populer, tidak semua hampers benar-benar dimanfaatkan oleh penerimanya. Beberapa orang bahkan menerima banyak hampers dalam waktu yang bersamaan. Akibatnya, isi hampers tidak semuanya dapat dikonsumsi.
Jenis makanan dalam hampers juga sering kali sama. Kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju hampir selalu menjadi isi utama. Ketika seseorang menerima banyak hampers dengan isi serupa, makanan tersebut berisiko tidak habis dimakan.
Perubahan gaya hidup juga memengaruhi hal ini. Saat ini banyak orang lebih memperhatikan pola makan sehat. Jika isi hampers tidak sesuai selera atau kebutuhan, makanan tersebut sering kali hanya disimpan.
Kemasan hampers yang terlalu mewah juga menjadi perhatian. Banyak hampers menggunakan kotak besar, plastik tebal, atau dekorasi tambahan. Jika tidak digunakan kembali, kemasan tersebut bisa menambah limbah rumah tangga.
Karena itu, sebagian masyarakat mulai memilih hampers yang lebih bermanfaat. Misalnya paket berisi produk lokal, makanan sehat, atau kebutuhan rumah tangga. Pilihan ini dianggap lebih berguna bagi penerima.
Konsep hampers sederhana juga mulai diminati. Beberapa orang memilih memberikan produk UMKM atau sembako. Selain bermanfaat, cara ini juga dapat membantu usaha kecil di masyarakat.
Pada akhirnya, tujuan memberi hampers adalah untuk mempererat hubungan. Makna Lebaran tidak terletak pada kemewahan hadiah. Yang terpenting adalah perhatian dan silaturahmi yang terjalin antar sesama.