JAKARTA – Inggris menegaskan tidak akan mengirim kapal perang untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz, meski Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyerukan sekutu bergabung dalam misi angkatan laut tersebut. Laporan The Telegraph menyebutkan, para menteri Inggris masih mempertimbangkan opsi lain, termasuk penggunaan drone pemburu ranjau, namun belum ada rencana pengerahan kapal angkatan laut.
Dilansir dari Sputnik, Senin (16/3/2026), selain Inggris, Prancis, Jerman, dan Korea Selatan juga mengisyaratkan keengganan untuk ikut serta, di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional atas risiko eskalasi konflik.
Situasi ini turut memicu gejolak pasar energi. Harga minyak melonjak hingga sekitar US$106 per barel, mencerminkan kekhawatiran akan terganggunya jalur pengiriman melalui Selat Hormuz, yang menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak global.