WASHINGTON – Dalam pidato perdananya setelah dilantik sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump menyampaikan keyakinan kuat bahwa ia diselamatkan oleh Tuhan untuk membawa perubahan besar bagi negaranya.
Trump mengungkapkan bahwa perjuangannya untuk merebut kembali republik ini tidaklah mudah. Ia bahkan menyebut ada pihak-pihak yang berusaha menghentikan langkahnya, termasuk yang mencoba merampas kebebasan dan nyawanya.
“Beberapa bulan lalu, di sebuah ladang indah di Pennsylvania, peluru dari seorang pembunuh nyaris mengenai telinga saya, namun saya merasa bahwa hidup saya diselamatkan untuk suatu alasan,” kata Trump dalam pidato usai dilantik di Rotunda Capitol, Senin (20/1).
“Saya diselamatkan oleh Tuhan untuk membuat Amerika kembali hebat,” tambah Trump tegas.
Trump juga menekankan bahwa pemilihannya merupakan mandat untuk membalikkan pengkhianatan yang telah terjadi dan mengembalikan kepercayaan, kekayaan, demokrasi, serta kebebasan rakyat Amerika.
Lebih lanjut, dalam pidato yang disampaikan dengan penuh semangat, Trump juga menyatakan bahwa kemenangannya membawa mandat untuk membalikkan pengkhianatan dan mengembalikan keparcayaan rakyat.
“Pemilihan saya baru-baru ini adalah mandat untuk sepenuhnya membalikkan pengkhianatan yang mengerikan ini dan semua pengkhianatan lainnya yang telah terjadi, serta memberikan kembali kepada rakyat kepercayaan mereka, kekayaan mereka, demokrasi mereka, dan memang, kebebasan mereka. Mulai saat ini, penurunan Amerika sudah berakhir,” ujarnya.
Trump kemudian melanjutkan pidatonya dengan menegaskan bahwa kebebasan dan takdir bangsa ini tidak akan lagi diabaikan. Trump juga berjanji akan segera memulihkan integritas, kompetensi, dan loyalitas dalam pemerintahan Amerika.
Selain itu, dalam pidato tersebut Trump juga menyebutkan bahwa dalam delapan tahun terakhir, ia telah diuji dengan tantangan yang lebih besar dibandingkan presiden-presiden sebelumnya dalam sejarah negara ini.