JAKARTA – Tanggal 26 Desember kerap menjadi saksi berbagai peristiwa monumental yang mengguncang dunia, mulai dari berakhirnya sebuah imperium superpower hingga bencana alam dahsyat yang merenggut ratusan ribu nyawa. Hari yang dikenal sebagai Boxing Day di sejumlah negara ini menyimpan catatan sejarah kelam sekaligus heroik, termasuk pembubaran Uni Soviet dan rangkaian gempa bumi mematikan.
Akhir Era Uni Soviet (1991)
Uni Soviet, yang selama puluhan tahun terlibat dalam Perang Dingin melawan Amerika Serikat dan Blok Barat, akhirnya runtuh akibat krisis ekonomi, konflik politik internal, serta kegagalan reformasi. Pemimpin terakhir Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, menerapkan kebijakan glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi) pada akhir 1980-an. Namun, kebijakan tersebut justru mempercepat disintegrasi negara.
Setelah upaya kudeta gagal pada Agustus 1991, Uni Soviet resmi dibubarkan pada 26 Desember 1991. Seluruh hak dan kewajiban negara adidaya tersebut kemudian diwarisi oleh Federasi Rusia.
Kembalinya Shinzo Abe sebagai Perdana Menteri Jepang (2012)
Di kawasan Asia, 26 Desember 2012 menandai kembalinya Shinzo Abe sebagai Perdana Menteri Jepang. Politikus kelahiran Nagato, 21 September 1954, ini sebelumnya pernah menjabat pada periode 2006–2007, namun mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Abe kembali berkuasa setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum Desember 2012, menggantikan Yoshihiko Noda. Ia dilantik oleh parlemen Jepang dengan membawa agenda pemulihan ekonomi agresif yang dikenal sebagai Abenomics.
Gempa Bam Meratakan Kota Kuno di Iran (2003)
Tragedi alam juga terjadi pada tanggal ini. Pada 26 Desember 2003, gempa berkekuatan 6,6 magnitudo mengguncang Provinsi Kerman, Iran tenggara, pada pukul 05.26 waktu setempat.
Pusat gempa berada di sekitar Kota Bam dan menyebabkan kerusakan parah dengan intensitas maksimum IX pada skala Mercalli. Kota kuno Bam luluh lantak, menewaskan sekitar 26.271 orang dan melukai lebih dari 30.000 korban lainnya.
Tsunami Samudra Hindia: Bencana Alam Paling Mematikan (2004)
Setahun kemudian, 26 Desember 2004 menjadi hari duka bagi dunia. Gempa megathrust berkekuatan 9,1–9,3 magnitudo terjadi pada pukul 07.58 UTC di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia.
Gempa terbesar ketiga dalam sejarah pencatatan seismograf ini memicu tsunami setinggi hingga 30 meter yang menghantam 14 negara. Gelombang raksasa tersebut menewaskan sekitar 230.000 hingga 280.000 orang, dengan Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand menjadi wilayah paling terdampak.
Bencana yang dikenal sebagai Tsunami Boxing Day atau Tsunami Asia ini bahkan menyebabkan pergeseran rotasi Bumi dan memicu aktivitas seismik hingga ke Alaska. Respons internasional berlangsung cepat, dengan bantuan kemanusiaan global mencapai lebih dari 14 miliar dolar Amerika Serikat.
Perlawanan Heroik dalam Perang Banjar (1859)
Di Nusantara, 26 Desember 1859 mencatat peristiwa heroik dalam sejarah perlawanan terhadap kolonialisme. Dalam Perang Banjar yang berlangsung pada 1859–1905 di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, pasukan pejuang Banjar berhasil menenggelamkan kapal perang Belanda, Onrust.
Pertempuran terjadi di Lewu Lutung Tuwur, Barito Utara, dan dipimpin oleh para panglima Dayak, termasuk Panglima Sogo dan Tumenggung Surapati. Kapal uap modern milik Belanda itu karam setelah para pejuang berhasil membuka keran air di ruang mesin, menewaskan puluhan serdadu kolonial.
Peristiwa ini menjadi simbol perlawanan sengit rakyat Banjar terhadap monopoli dagang serta campur tangan Belanda dalam pemerintahan Kesultanan Banjar.
Tanggal 26 Desember mengingatkan umat manusia akan rapuhnya kekuasaan di hadapan sejarah dan kekuatan alam. Dari runtuhnya sebuah imperium besar hingga bencana alam paling mematikan, hari ini menjadi pelajaran penting tentang ketahanan, solidaritas, dan kesiapsiagaan menghadapi masa depan.