JAKARTA – Tragedi longsor kembali terjadi di tambang emas ilegal Gunung Botak, Desa Persiapan Wansait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Maluku.
Insiden ini merenggut tujuh nyawa, sementara enam orang lainnya berhasil selamat dari bencana yang terjadi pada Sabtu (8/3/2025).
Badan SAR Nasional (Basarnas) Ambon mengonfirmasi bahwa tujuh korban meninggal telah dievakuasi.
Lima jenazah telah dikembalikan ke Maluku Utara menggunakan speedboat, sementara dua lainnya telah dimakamkan di Kabupaten Buru.
“Untuk saat ini jenazah ada yang sudah dikembalikan. Lima orang dibawa ke Maluku Utara dengan menggunakan speedboat dan dua orang sudah dimakamkan di Kabupaten Buru,” ujar Kepala Kantor Basarnas Pencarian dan Pertolongan Ambon, Muhammad Arafah, dikutip dari RRI, Senin (10/3/2025).
Tambang Ilegal
Kepala Basarnas Ambon menegaskan bahwa longsor di Gunung Botak bukanlah kejadian pertama.
Tambang ilegal ini telah lama menjadi lokasi aktivitas penambangan tanpa izin yang kerap berujung pada kecelakaan fatal.
“Beberapa kejadian memakan korban. Karena ini merupakan tambang ilegal dan masyarakat melakukan aktivitas tambang di Gunung Botak,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa para penambang tidak hanya berasal dari Kabupaten Buru, tetapi juga dari daerah lain seperti Manado, Sulawesi Utara.
Meski area tambang sudah dijaga oleh aparat keamanan, masih ada celah yang dimanfaatkan oleh penambang ilegal untuk masuk dan beroperasi.
“Tempat ini telah dijaga oleh aparat. Entah dari sisi mana mereka bisa masuk ke lokasi tambang ilegal ini,” tambahnya.
Pasca-longsor, Basarnas Ambon bersama Polres Kabupaten Buru langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Penyelidikan dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
“Pengecekan dilakukan dengan jalan kaki dan membutuhkan waktu dua jam karena sulitnya mencapai lokasi tambang ilegal ini,” jelas Arafah.
Sebagai tindak lanjut, kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di lokasi tambang guna keperluan investigasi lebih lanjut dan mencegah aktivitas tambang ilegal kembali terjadi.
Gunung Botak selama ini dikenal sebagai kawasan rawan bencana akibat aktivitas tambang ilegal.
Berulangnya insiden longsor memicu keprihatinan berbagai pihak terkait pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal di daerah tersebut.***