JAKARTA – Mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menyelesaikan pemeriksaan di Kejagung pada Kamis malam kemarin. Ahok mengaku dirinya tidak ditanya mengenai isu bensin oplosan, yang sempat menjadi perbincangan publik.
“Kalau pengoplosan, saya kira itu, Kejaksaan, penyidik nggak pernah tanya itu,” ujarnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan jika memang ada pengoplosan bahan bakar, masyarakat tentu akan segera menyadarinya, terutama karena kendaraan akan mengalami gangguan. Menurutnya, masalah tata kelola minyak dan produk kilang yang tengah diselidiki memiliki kedalaman yang lebih kompleks daripada sekadar isu bensin oplosan.
“Kalau pengoplosan otomatis kendaraan-kendaraan akan protes dong, kendaraan kita macet dong. Nah saya kira bukan itu,” jelas Ahok.
“Ini yang lebih dalam, kalau pengoplosan langsung ketahuan konsumen, ini memang ada soal sesuatu, yang saya nggak bisa ngomong, nanti di sidang pasti penyidik akan ngasih lihat, tapi ya saya kaget lebih dalam, yang saya kira di kulit.” jelasnya
Pemeriksaan yang memakan waktu hampir 10 jam ini dilakukan karena Ahok diminta untuk menjadi saksi dalam kasus yang melibatkan sembilan tersangka. Ia menjelaskan, durasi panjang tersebut disebabkan oleh banyaknya dokumen yang perlu dibaca dan diperiksa terkait keterlibatannya dalam perusahaan tersebut.
“Saya jadi saksi 9 orang, itu kan diulang, tanya kenal, itu 9 orang gitu kan. Terus baca lagi, rangkap dua, kamu kalau 9 kayak itu ada 18, masing-masing 6-7 halaman, ya itu aja sih,” ungkap Ahok.
Sebagaimana diketahui, Ahok telah memenuhi undangan Kejagung untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi di PT Pertamina sub holding, serta kontraktor kontrak kerja sama periode 2018-2023.
Pemeriksaan berlangsung dari pagi hingga sore, dengan Ahok keluar dari Kejagung pada pukul 18.27 WIB, setelah hampir 10 jam menjalani proses tersebut.
Kasus ini terus berkembang, dan masyarakat menunggu informasi lebih lanjut yang akan muncul dalam proses persidangan yang akan datang.