Sebuah rekaman video memperlihatkan aksi emosional seorang pengendara sepeda motor yang mengawal ambulans berisi pasien kritis mendadak tular di media sosial. Ambulans tersebut tertahan oleh iring-iringan kendaraan pejabat negara yang tengah mengantre menuju kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026).
Pria bertopi hitam dan berbaju abu-abu tersebut tampak memprotes keras petugas serta rombongan kendaraan yang memadati ruas jalan. Dalam luapan emosinya, ia bahkan sempat memukul bagian belakang salah satu mobil putih di dalam konvoi tersebut.
“Bapak saya sudah kritis… Bapak saya sudah mau mati, kasih jalan! Kasih jalan buat rakyat! Yang kaya makin kaya, yang susah makin susah!” teriak pria tersebut sembari menunjuk barisan mobil pejabat.
Iring-Iringan Tamu Negara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Peristiwa tersebut terjadi menjelang Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada pukul 08.00 WIB. Deretan kendaraan mewah pelat merah—termasuk Toyota Alphard bertuliskan RI 22 serta Toyota Kijang Innova bertuliskan RI 25—tampak terjebak kemacetan bersama warga umum di jalur menuju lokasi acara.
Kapolsek Cipayung, AKP Elka Rudolf, membenarkan adanya penghentian arus lalu lintas sementara di kawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penutupan jalan dilakukan secara situasional untuk mengamankan rombongan tamu negara dan anggota Kabinet Merah Putih.
“Penutupan jalan bersifat situasional dan sesaat untuk mengamankan iring-iringan tamu negara. Begitu petugas di lapangan mengetahui ada ambulans membawa pasien kritis, akses prioritas langsung dibuka agar ambulans bisa melintas dengan aman,” kata Elka saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).
Kepolisian juga menyampaikan permohonan maaf terbuka atas ketidaknyamanan yang dialami keluarga pasien dan masyarakat di lokasi kejadian, serta berjanji menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi penanganan lalu lintas ke depan.