JAKARTA – Insiden kekerasan terjadi di dalam gerbong KRL Commuter Line rute Serpong-Tanah Abang pada Senin pagi, 20 Januari 2025, sekitar pukul 06.00 WIB. Kejadian tersebut terjadi tak lama setelah kereta berangkat dari Stasiun Rawa Buntu.
Seorang penumpang pria paruh baya terekam mencoba menyerang seorang korban yang sedang mengenakan headset. Berdasarkan video yang dibagikan oleh akun Instagram @bryanthendro, pria tersebut awalnya meminta korban untuk meletakkan tas di rak atas. Namun, permintaan tersebut diabaikan oleh korban. Merasa tidak dihormati, pria itu mulai menggoyang tubuh korban dan bahkan hampir memukulnya. Korban yang merasa terancam segera merekam kejadian tersebut sebagai bukti.
Insiden ini menimbulkan kecemasan di kalangan penumpang lainnya, yang khawatir akan meningkatnya ketegangan di ruang sempit seperti di dalam KRL. Kejadian ini menyoroti pentingnya menjaga saling menghormati dan kenyamanan antarpenumpang di sarana transportasi umum.
Pihak Commuter Line pun memberikan respons tegas melalui akun Instagram resmi mereka, mengungkapkan bahwa mereka akan segera berkoordinasi dengan petugas keamanan untuk menangani pelaku sesuai prosedur yang berlaku. Mereka juga mengimbau penumpang untuk melaporkan kejadian serupa kepada petugas untuk tindak lanjut.
“Kami mengimbau untuk selalu menjaga kenyamanan sesama pelanggan Commuter Line. Mari jadikan sarana transportasi publik menjadi tempat yang aman dan nyaman,” tulis pihak Commuter Line.
Sementara itu, korban sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib dan berharap ada tindakan lebih lanjut terhadap pelaku kekerasan. Insiden ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga ketertiban dan saling menghargai di dalam transportasi umum demi terciptanya lingkungan yang lebih aman.
Banyak penumpang yang turut menunjukkan keprihatinan atas kejadian ini. Sebagian besar menekankan perlunya saling menghargai dan meningkatkan kewaspadaan di kereta untuk mencegah peristiwa serupa. Kejadian ini juga menggarisbawahi betapa pentingnya komunikasi yang baik antarpenumpang untuk mencegah ketegangan yang dapat berujung pada kekerasan.