JAKARTA – Nama Wirda Salamah Ulya, atau yang lebih dikenal sebagai Wirda Mansur, putri dari ustadz Yusuf Mansur, kembali menjadi sorotan publik. Ia diduga menunggak utang kepada anggota komunitas Milenial Anti Bokek (MAB) yang pernah ia dirikan.
Kasus ini mencuat setelah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) menjadi viral. Akun @basoikanggrobak membagikan surat terbuka yang meminta Wirda segera melunasi utangnya kepada anggota komunitasnya.
Unggahan itu juga menyertakan tangkapan layar percakapan anggota komunitas yang mengaku merasa dirugikan setelah bergabung dengan MAB.
‼️‼️‼️‼️‼️‼️‼️‼️‼️‼️
Surat terbuka untuk saudari
WIRDA MANSUR/WIRDA SALAMAH ULYA
Tolong dibayar hutangnya ka ????????
Maaf saya viralkan karna kamu diingetin personal kaga digubris.
✅story keliling dunia
✅ip 16
❌bayar utang pic.twitter.com/yokFlISMno
— Nanad ๑♡๑ (@basoikangrobak) February 16, 2025
Milenial Anti Bokek (MAB) sendiri merupakan komunitas yang didirikan Wirda dengan tujuan membantu anak muda memulai usaha dengan modal minim.
Menurut akun @basoikanggrobak, komunitas ini memiliki lebih dari 90 ribu anggota, meskipun dalam tangkapan layar yang dibagikan, hanya sekitar 870 orang yang tergabung dalam grup Telegram.
Untuk bergabung dengan MAB, calon anggota diwajibkan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu. Sebagai imbalan, mereka dijanjikan akses ke berbagai produk dengan harga lebih murah untuk dijual kembali sebagai peluang bisnis.
Namun, dalam dua tahun terakhir, Wirda disebut jarang berinteraksi dengan komunitasnya, yang kini dinilai tidak lagi aktif. Banyak anggota mengaku merasa ditinggalkan tanpa kejelasan mengenai kelanjutan program yang dijanjikan.
Selain mempertanyakan keberlanjutan komunitas, akun tersebut juga menyoroti gaya hidup Wirda yang dinilai bertolak belakang dengan kondisi anggota yang merasa tertipu.
“Story keliling dunia bisa, (hp) iPhone 16 bisa, tapi bayar utang tidak bisa,” tulis akun tersebut.
Netizen pun mempertanyakan bagaimana Wirda tetap bisa menikmati gaya hidup mewah dan sering bepergian ke luar negeri, sementara tanggung jawabnya terhadap komunitas dibiarkan menggantung.
Beberapa netizen bahkan mengaku sebagai mantan anggota MAB yang merasa dirugikan, serta menyarankan agar kasus ini dilaporkan ke pihak berwajib.
Jika dihitung, dengan 870 anggota yang membayar Rp100 ribu, maka dana yang terkumpul mencapai Rp87 juta. Namun, jika klaim jumlah anggota mencapai 90 ribu benar, maka dana yang masuk diduga mencapai Rp9 miliar.
Hingga berita ini ditulis, Wirda Mansur belum memberikan klarifikasi atas tuduhan ini. Di akun Instagram dan TikTok pribadinya, ia tampak menutup kolom komentar, diduga untuk menghindari pertanyaan netizen terkait masalah tersebut.