JATIM – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan mendadak ke Posko Search and Rescue (SAR) Gabungan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Minggu (6/7/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya berjalan optimal, sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang masih menanti kabar.
Dalam kunjungan yang sarat empati ini, Gibran langsung mendengarkan laporan terkini dari tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta tim SAR gabungan mengenai perkembangan operasi pencarian. Kapal KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di Selat Bali pada Rabu malam (2/7/2025), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Hingga hari keempat pasca-tragedi, tim SAR masih berupaya menemukan 29 penumpang yang belum ditemukan, berdasarkan data manifes kapal.
Prioritas Pencarian Korban dan Dukungan Keluarga
Gibran menegaskan pentingnya memprioritaskan pencarian korban yang masih hilang. “Yang sabar ya, Bu. Semua kru sudah terjun di lapangan. Hari ini penyelam juga turun,” ujar Gibran saat berdialog dengan Tanti (60), salah satu keluarga korban dari Siliragung, Banyuwangi, yang kehilangan keponakannya, Gumelar Tidar Tanaka (26).
Selain memberikan dukungan emosional, Gibran juga menyaksikan penyerahan santunan dari Jasa Marga dan Jasa Raharja kepada keluarga korban. Direktur Operasional Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan jaminan santunan secara cepat dan transparan. “Kehadiran kami di sini merupakan wujud nyata komitmen Jasa Raharja untuk hadir sebagai wakil negara di setiap musibah transportasi, dan memberikan kepastian jaminan dan santunan secara cepat, tepat, dan transparan kepada para korban dan ahli waris,” ungkap Dewi.
Upaya SAR Diperluas, Bangkai Kapal Terdeteksi
Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian, dengan fokus pada titik terakhir kapal sebelum tenggelam di Selat Bali. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, melaporkan bahwa objek yang diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya telah terdeteksi pada kedalaman 40-60 meter, bergeser 1-2 mil laut dari lokasi awal kapal hilang kontak. “Tim SAR memperluas area pencarian berdasarkan evaluasi. Fokus kami tetap pada titik terakhir kapal tenggelam,” jelas Ribut.
Pencarian dilakukan melalui jalur laut, darat, dan udara, melibatkan ratusan personel SAR serta armada seperti helikopter, kapal navigasi, dan drone termal. Meski terkendala cuaca buruk dengan gelombang laut mencapai 2-2,5 meter, tim SAR tetap berkomitmen untuk menemukan korban yang masih hilang.
Empati Wapres di Tengah Duka
Kunjungan Gibran ke Posko Terpadu di lantai dua ruang tunggu Pelabuhan Ketapang menjadi momen haru. Ia menyapa satu per satu keluarga korban, mendengarkan cerita mereka, dan memastikan kebutuhan logistik terpenuhi. “Ibunya kerja apa?” tanya Gibran kepada salah satu keluarga korban dari Dusun Krajan, Desa Siliragung. “Bertani, Pak,” jawab mereka.
Hingga kini, berdasarkan data manifes, kapal yang berlayar dari Ketapang menuju Gilimanuk membawa 53 penumpang dan 12 awak kapal, serta 22 unit kendaraan. Dari total 65 orang di dalam kapal, 30 orang telah ditemukan selamat, 6 orang meninggal dunia, dan 29 lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR juga mencatat aduan kehilangan dari keluarga sebanyak 39 orang, menunjukkan kompleksitas identifikasi korban.
Komitmen Pemerintah dan Harapan Keluarga
Kunjungan Wapres Gibran ini mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap penanganan tragedi KMP Tunu Pratama Jaya. Selain memantau operasi SAR, Gibran juga meninjau ruang Monitoring Room untuk melihat perkembangan pencarian secara real-time. Kehadirannya di tengah keluarga korban diharapkan dapat menguatkan mereka di tengah masa sulit.
Sementara itu, keluarga korban seperti Rois, yang menanti kabar kakak iparnya, Siswanto, tetap setia menunggu di posko. “Sampai sekarang kami masih di sini. Menunggu kabar. Kami hanya ingin tahu, apa pun keadaannya,” ungkap Rois dengan penuh harap.