Pemerintah mengumumkan program inklusi keuangan baru yang menyasar kelompok masyarakat usia dewasa awal. Warga negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun ke atas yang belum pernah memiliki rekening perbankan akan difasilitasi pembukaan akun baru lengkap dengan insentif saldo awal sebesar Rp50.000.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan bahwa program strategis ini ditargetkan meluncur pada kuartal keempat tahun 2026 dengan fokus menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah pada kategori desil 1 hingga desil 4.
“Dalam rapat dibahas program kuartal IV, salah satunya pembukaan rekening bagi warga usia di atas 17 tahun yang diarahkan khusus untuk kelompok desil 1 sampai desil 4,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Alokasi Anggaran Merekap Rp3,8 Triliun
Mengenai kalkulasi anggaran, Airlangga mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah merampungkan pencocokan data (cross-check) bersama kementerian dan lembaga teknis terkait guna mengunci angka pasti penerima manfaat.
Meski demikian, data awal pemerintah memproyeksikan alokasi anggaran yang disiapkan untuk menopang program bantuan insentif pembukaan rekening ini menembus Rp3,8 triliun.
“Mengenai program rekening gratis ini sudah kami laporkan kepada Bapak Presiden. Berdasarkan rekapitulasi data WNI di atas 17 tahun yang belum tersentuh layanan perbankan (unbanked), estimasi kebutuhan dananya mencapai Rp3,8 triliun jika masing-masing diberikan saldo awal Rp50 ribu,” jelas Airlangga.
Berdasarkan kalkulasi alokasi anggaran sebesar Rp3,8 triliun dengan besaran saldo stimulan Rp50.000 per individu, program ini diproyeksikan bakal menjangkau hingga 76,8 juta warga di seluruh Indonesia.
Langkah ini diharapkan tak sekadar menjadi stimulan finansial jangka pendek, melainkan pintu masuk utama dalam memperluas aksesibilitas perbankan formal, mempermudah penyaluran bantuan sosial di masa depan, serta mempercepat literasi keuangan nasional.