MANGGARAI, NTT — Gempa bumi susulan bermagnitudo 5,7 kembali mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026) pagi.
Gempa Flores tersebut terjadi pukul 09.47 WIB dengan episenter berada di daratan, sekitar 36 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada koordinat 8,33° LS dan 120,64° BT dengan kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer.
BMKG memastikan gempa M5,7 itu tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh kabar yang tidak terverifikasi.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengungkapkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust .
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun geser (normal-oblique),” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis.
Dampak guncangan gempa susulan tersebut paling kuat dirasakan di Kabupaten Manggarai dengan intensitas mencapai V-VI MMI.
Getaran pada level tersebut membuat hampir seluruh penduduk merasakan guncangan, bahkan sebagian warga spontan berlari keluar rumah karena terkejut.
BMKG juga menerima laporan mengenai plester dinding yang berjatuhan, kerusakan cerobong pabrik, serta sejumlah kerusakan ringan akibat guncangan.
Sementara itu, intensitas V MMI dirasakan hampir seluruh masyarakat di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende.
Guncangan dengan intensitas III-IV MMI juga dirasakan di Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Kabupaten Sikka.
Gempa susulan Flores ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas seismik setelah gempa besar bermagnitudo 7,7 melanda Flores pada 15 Agustus 2026.
Kepanikan kembali terjadi di lokasi pengungsian setelah sejumlah tenda warga dilaporkan roboh akibat kuatnya guncangan gempa susulan tersebut.
Video amatir yang beredar memperlihatkan warga di tenda pengungsian berusaha menyelamatkan diri dalam suasana panik dan sebagian menangis akibat ketakutan.
Hingga Kamis pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.489 gempa susulan dari rangkaian aktivitas gempa yang berlangsung sejak kejadian utama.
Dari ribuan aktivitas tersebut, gempa susulan terbesar yang tercatat BMKG mencapai magnitudo 6,2.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai informasi mengenai gempa yang beredar tanpa sumber jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat diimbau memantau perkembangan gempa Flores hanya melalui BMKG serta informasi resmi dari instansi berwenang.***




