JAKARTA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW biasanya menjadi momen bagi umat Islam untuk kembali mengingat sosok Rasulullah sekaligus memperbanyak kegiatan keagamaan.
Di Indonesia, peringatan Maulid bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar pengajian di masjid, membaca selawat bersama, mempelajari kisah kehidupan Nabi, hingga berbagi makanan kepada masyarakat.
Namun, sebenarnya tidak ada satu paket amalan khusus yang wajib dilakukan ketika Maulid Nabi. Sejumlah ibadah yang dilakukan saat momentum tersebut merupakan amalan baik yang memang dianjurkan dalam Islam dan bisa dikerjakan kapan saja.
Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan untuk mengisi peringatan Maulid Nabi.
1. Memperbanyak Selawat
Salah satu kegiatan yang paling identik dengan Maulid Nabi adalah membaca selawat.
Selawat merupakan bentuk penghormatan dan doa bagi Nabi Muhammad SAW. Anjuran untuk berselawat juga terdapat dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Ahzab ayat 56, yang memerintahkan orang-orang beriman untuk berselawat dan mengucapkan salam kepada Nabi. Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa selawat dapat dilakukan kapan saja dan tidak terbatas pada momentum tertentu.
Karena itu, momentum Maulid bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak selawat, baik secara pribadi maupun bersama-sama dalam kegiatan keagamaan.
2. Membaca Al-Qur’an
Maulid juga bisa menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.
Membaca Al-Qur’an pada dasarnya merupakan ibadah yang dapat dilakukan kapan saja. Kementerian Agama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak tilawah sebagai salah satu bentuk amal saleh.
Tidak harus langsung membaca dalam jumlah banyak. Membiasakan membaca beberapa ayat secara rutin juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengisi momentum Maulid.
3. Mempelajari Kisah Kehidupan Nabi
Selain membaca selawat, Maulid bisa diisi dengan mengenal kembali perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.
Mempelajari sirah atau sejarah Nabi dapat membantu umat Islam memahami bagaimana Rasulullah menjalankan dakwah, memperlakukan orang lain, serta menghadapi berbagai persoalan selama hidupnya.
Kementerian Agama menyebut pembacaan sejarah kehidupan Nabi dalam rangkaian Maulid dapat menjadi sarana untuk mengambil pelajaran dari akhlak dan perjuangan Rasulullah.
Dengan begitu, Maulid tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga kesempatan untuk belajar.
4. Bersedekah
Berbagi dengan orang lain juga bisa menjadi pilihan untuk mengisi momentum Maulid.
Sedekah tidak selalu harus dalam bentuk uang. Memberikan makanan, membantu orang yang membutuhkan, atau memberikan sesuatu yang bermanfaat juga dapat menjadi bentuk kebaikan.
Dalam berbagai kegiatan Maulid di Indonesia, berbagi makanan dan sedekah memang sering menjadi bagian dari rangkaian acara. Kementerian Agama mencatat sedekah makanan sebagai salah satu bentuk kegiatan baik yang dapat dilakukan dalam peringatan Maulid.
Jadi, kalau ingin memperingati Maulid dengan cara sederhana, berbagi makanan kepada tetangga atau orang yang membutuhkan bisa menjadi salah satu pilihan.
5. Memperbanyak Zikir dan Doa
Momentum Maulid juga dapat diisi dengan memperbanyak zikir dan berdoa kepada Allah SWT.
Zikir merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan kapan saja. Dalam kegiatan Maulid, zikir dan doa bersama juga cukup umum dilakukan di berbagai daerah.
Yang terpenting, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar mengikuti acara karena sudah menjadi tradisi.
6. Memperbanyak Silaturahmi
Peringatan Maulid juga bisa menjadi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga, tetangga, atau masyarakat sekitar.
Kegiatan sederhana seperti menghadiri pengajian, makan bersama, atau mengunjungi keluarga dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama.
Kementerian Agama menyebut kegiatan Maulid dapat menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan di antara umat Islam.
Apalagi, di tengah kesibukan sehari-hari, momentum seperti ini bisa menjadi alasan untuk kembali bertemu dengan orang-orang yang mungkin sudah lama tidak ditemui.
7. Mengamalkan Akhlak Nabi dalam Kehidupan Sehari-hari
Yang terakhir justru menjadi bagian yang paling penting.
Mengenang Nabi Muhammad SAW tentu tidak hanya berhenti pada kegiatan membaca selawat atau menghadiri pengajian. Nilai-nilai yang dipelajari dari kehidupan beliau juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya dengan menjaga kejujuran, membantu orang lain, menjaga ucapan, menghormati sesama, dan berusaha memperbaiki perilaku.
Kementerian Agama menekankan bahwa peringatan Maulid dapat menjadi momentum untuk mempelajari akhlak Nabi dan mengambil teladan dari kehidupan beliau.
Maulid Bukan Sekadar Perayaan
Bagi masyarakat Indonesia, Maulid Nabi sudah berkembang menjadi tradisi yang memiliki banyak bentuk. Ada yang merayakannya melalui pengajian dan selawatan, sementara daerah lain memiliki tradisi budaya masing-masing.
Namun, di balik berbagai bentuk perayaan tersebut, Maulid bisa menjadi momentum untuk kembali mengingat sosok Nabi Muhammad SAW dan meneladani akhlaknya.
Tidak harus melakukan kegiatan yang besar. Membaca selawat, membuka Al-Qur’an, bersedekah, bersilaturahmi, atau sekadar meluangkan waktu untuk mempelajari kisah Nabi juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengisi momentum tersebut.



