Operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah ekosistem gambut Sumatera dan Kalimantan membuahkan hasil signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 98 persen area kebakaran lahan gambut di enam provinsi prioritas telah berhasil dipadamkan.
Dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam bersama Presiden RI, Senin (7/9/2026), Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa operasi darat dan udara yang melibatkan unsur gabungan telah melumpuhkan titik api di areal seluas 71.069,65 hektare (ha) dari total 72.009,10 ha lahan terbakar.
“Kami sudah berhasil memadamkan 71.069,65 hektare di enam provinsi per hari ini. Lahan gambut ini memiliki tantangan dan tingkat kesulitan pemadaman yang sangat tinggi karena apinya bisa menjalar di bawah permukaan,” papar Suharyanto.
Sebaran Luas Karhutla Gambut di 6 Provinsi
Data BNPB mencatat bahwa cakupan area terbakar terbagi ke dalam dua kategori wilayah, yakni lahan konsesi perusahaan serta kawasan hutan dan lahan milik masyarakat.
Provinsi Kalimantan Barat mencatatkan dampak Karhutla terbanyak, disusul oleh Riau dan Kalimantan Selatan:
-
Kalimantan Barat: 38.310,86 ha
-
Riau: 15.738,92 ha
-
Kalimantan Selatan: 8.019,63 ha
-
Kalimantan Tengah: 7.634,46 ha
-
Sumatra Selatan: 1.926,23 ha
-
Jambi: 379,00 ha
Verifikasi Satelit dan Patroli Berlapis
Suharyanto menjelaskan bahwa penentuan lokasi pemadaman dilakukan melalui verifikasi data berlapis. Kementerian Kehutanan dan BMKG memantau titik panas (hotspot) berbasis citra satelit secara real-time.
Hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi kemudian langsung diverifikasi melalui patroli udara menggunakan helikopter serta patroli darat oleh Satgas Karhutla guna memastikan adanya kobaran api aktual sebelum tim eksekutor diterjunkan.
“Melalui verifikasi presisi ini, kami bisa menentukan area mana yang benar-benar terbakar secara akurat. Dari sana, intervensi taktis langsung digencarkan lewat pemadaman darat maupun pemboman air (water bombing) dari udara,” tegasnya.
Waspadai Sifat Api Gambut dan Titik Api Baru
Dengan capaian pemadaman sebesar 71.069,65 ha, saat ini sisa area kebakaran yang masih diburu oleh tim Satgas Karhutla berkisar 939,45 ha. Pemadaman intensif terus diupayakan untuk menuntaskan sisa area tersebut.
Meski persentase pemadaman hampir menyentuh angka sempurna, BNPB meminta seluruh personil di lapangan tetap memperketat kesiapsiagaan. Karakteristik lahan gambut yang kering dan menyimpan bara di dalam tanah berpotensi memicu timbulnya titik api baru maupun re-ignisi (api lama yang kembali menyala).
“Apakah sisa 939,45 hektare ini akan berkurang signifikan besok? Harapan kita tentu berkurang. Namun, gambut sering kali menyimpan dinamika tersendiri; api yang kelihatannya sudah padam tiba-tiba bisa hidup lagi akibat hembusan angin. Itulah mengapa pengawasan terus kami tingkatkan,” pungkas Suharyanto.