JAKARTA – Marc Márquez, yang dikenal dengan sejarah panjanganya di MotoGP, tampaknya telah menemukan kembali performa terbaiknya pada musim 2025, terutama setelah beralih ke Ducati. Setelah dua balapan yang biasanya sulit untuknya, MotoGP Italia di Mugello dan MotoGP Belanda di Assen, Márquez, justru tampil dominan dan mengemas poin maksimal. Pembalap asal Spanyol ini sukses memenangkan sprint dan balapan utama, mengalahkan rival-rivalnya seperti Pecco Bagnaia dan adiknya Alex Márquez.
Márquez kini memimpin klasemen dengan keunggulan 68 poin, hampir dua Grand Prix penuh di depan para pesaingnya, menjelang balapan berikutnya di Sachsenring—salah satu trek favoritnya. Kepercayaan dirinya yang baru ini jelas terlihat di atas motor Ducati Desmosedici GP25, dan bahkan manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui bahwa ia menemukan sisi baru dari pembalap berusia 32 tahun ini.
Tardozzi Pujikan Márquez dan Fokus pada Perbaikan Pecco
Menurut Tardozzi, Marc Márquez kini tampil sebagai pembalap yang lebih matang, dan kemampuannya dalam mengelola balapan sangat terlihat. Tardozzi juga menyoroti bahwa meskipun Márquez memiliki kelemahan, namun profesionalisme dan kerjasamanya dengan para insinyur Ducati adalah kunci kesuksesannya. Tardozzi yakin bahwa Márquez kini siap untuk bertarung memperebutkan kemenangan di setiap sirkuit, berkat kepercayaan diri yang ditemukan bersama Ducati.
Di sisi lain, Tardozzi tidak lupa memberikan perhatian pada rekan setim Márquez, Pecco Bagnaia. Meskipun hanya finis di posisi ketiga pada balapan di Assen, Tardozzi percaya bahwa Bagnaia masih memiliki potensi besar untuk kembali ke level terbaiknya. Ia menilai bahwa masalah utama yang menghambat performa Bagnaia adalah perasaan di atas motor, terutama dalam hal pengereman dan memasuki tikungan. Tardozzi optimis bahwa Ducati akan segera menemukan solusi untuk masalah ini, yang akan memungkinkan Bagnaia untuk kembali bersaing ketat dengan Márquez.
Márquez dan Ducati, Kombinasi yang Tak Terkalahkan?
Dengan hampir setengah musim berlalu, banyak yang mulai bertanya-tanya apakah Marc Márquez dengan Ducati akan menjadi kombinasi yang sulit dikalahkan. Pembalap yang sebelumnya dikenal dengan keahliannya dalam balapan basah dan manuver berbahaya kini telah memanfaatkan kekuatan dan kestabilan Ducati untuk mendominasi trek dengan cara yang lebih konsisten. Bagi Ducati, menempatkan dua pembalap hebat seperti Márquez dan Bagnaia di tim mereka merupakan keuntungan besar, dan Tardozzi sudah menegaskan bahwa mereka akan terus bekerja untuk memastikan kedua pembalap tampil maksimal.
Apakah Márquez bisa mempertahankan dominasi ini dan mengamankan gelar kesembilannya? Atau akankah Bagnaia, dengan bantuan tim Ducati, kembali menemukan ritmenya dan menjadi ancaman serius bagi Márquez? Semua akan terungkap dalam beberapa balapan mendatang, dengan Sachsenring dan banyak sirkuit lainnya menanti.
Apa pendapatmu? Apakah Márquez bisa melanjutkan dominasi ini atau ada peluang bagi Bagnaia untuk kembali merebut posisi puncak?